SONY DSCAbuja, LiputanIslam.com — Militer Nigeria mengklaim telah mengambil-alih markas kelompok Boko Haram di Gwoza, timur laut Nigeria. Sebagian kelompok tersebut melarikan diri ke perbatasan setelah terusir dari semua wilayahnya.

Kabar tentang pengambil-alihan markas Boko Haram itu terjadi sehari sebelum berlangsungnya pemilihan presiden hari ini (28/3). Demikian sebagaimana dilaporkan BBC News. Pemilihan ini ditunda 6 minggu karena adanya pertempuran dengan Boko Haram.

Di sisi lain Presiden Chad yang negaranya terlibat pertempuran melawan Boko Haram, mengkritik keras militer Nigeria yang dianggap tidak kooperatif.

Ribuan orang telah tewas akibat pemberontakan Boko Haram sejak tahun 2009 lalu. Jutaan orang juga harus kehilangan tempat tinggalnya akibat konflik yang ditimbulkan oleh kelompok pengikut ISIL tersebut.

Boko Haram menjadikan Gwoza sebagai markasnya setelah berhasil mendudukinya bulan Agustus 2014 lalu. Kota ini cukup ideal sebagai basis kelompok Boko Haram karena memberikan perlindungan geografis berupa Pegunungan Mandara yang menghubungkannya dengan Kamerun. Di pegunungan itu terdapat sejumlah besar gua-gua dan terowongan yang saling terhubung.

Ketika kota itu jatuh ke tangan Boko Haram setelah tentara yang menjaga kota itu melarikan diri, ribuan penduduknya yang menghindari pertempuran terperangkap di lereng-lerang pegunungan itu tanpa makanan.

Kota ini terletak tidak jauh dari Chibok, kota dimana Boko Haram menculik lebih dari 200 pelajar sekolah menengah putri bulan April 2014 lalu. Desas desus menyebutkan para gadis itu disembunyikan di Gwoza, namun sejauh ini tidak ditemukan keberadaan mereka di sana.

Seorang penduduk mengatakan kepada wartawan BBC bahwa sebelum meninggalkan kota itu, Boko Haram membunuhi warga yang sudah tua dengan dalih ‘mengirimkan ke surga’. Saksi lainnya mengatakan ketika pertempuran terjadi, warga bergerak menuju pegunungan dengan membawa obor.

Boko Haram mengalami pukulan berat setelah negara-negara tetangga Nigeria, yaitu Chad, Kamerun dan Niger, tahun ini mengirimkan pasukannya untuk membantu militer Nigeria memerangi Boko Haram. Namun Presiden Chad
Idriss Deby mengkritik keras militer Nigeria yang dianggap kurang bekerjasama.

Ia mengklaim melalui majalan Perancis Le Point baru-baru ini bahwa pasukan Chad harus merebut beberapa kota dua kali setelah pasukan Nigeria gagal mempertahankannya.

Ia memperkirakan Boko Haram memiliki anggota 20.000 orang militan, sebagian dilatih oleh kelompok ISIS di Libya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*