presiden maldivesMale, LiputanIslam.com —  Mantan Presiden Maldives Mohamed Nasheed dijatuhi hukuman penjara selama 13 tahun atas dakwaan kejahatan terorisme. Ia dinyatakan terbukti telah memerintahkan penangkapan dan penculikan seorang hakim saat masih berkuasa. Demikian kantor berita BBC melaporkan, Sabtu (14/3).

Ini adalah akhir yang tragis bagi Nasheed, presiden pertama Malvides yang terpilih secara demokratis tahun 2008 dan berkuasa hingga tanggal 7 Februari lalu. Bulan lalu ia dinyatakan bebas dari tuduhan, namun ditangkap kembali atas dakwaan kejahatan terorisme.

Para pengacara Nasheed melakukan boikot pada persidangan kedua itu sebagai protes atas proses pengadilan yang menurut mereka tidak adil dan bermuatan politik. Ratusan pendukungnya melakukan aksi demonstrasi harian sejak penangkapan Nasheed bulan lalu yang mengundang keprihatinan Amerika dan India, negara tetangga terbesarnya.

Ketika terpilih sebagai presiden baru tahun 2008, mantan aktifis HAM itu mengakhiri 30 tahun kekuasaan Maumoon Abdul Gayoom. Penangkapan dirinya pada tanggal 23 Februari lalu menjadi perhatian publik dunia, ketika polisi dengan paksa menyeretnya ke pengadilan.

Hakim yang mengadili Nashed di ibukota Male, mengatakan bahwa ‘tidak diragukan’ Nasheed telah memerintahkan ‘penangkapan atau penculikan dan penahanan’ terhadap hakim Abdulla Mohamed pada bulan  Januari 2012.

Hakim Mohamed ditahan setelah memerintahkan pembebasan seorang tokoh oposisi yang memicu aksi-aksi kekerasan selama berminggu-minggu.

Pada tanggal 7 Februari lalu Nasheed mengundurkan diri, hal mana ia mengakui telah dipaksa mundur dengan ancaman senjata dan para pendukungnya menyebutnya sebagai kudeta militer.

Setelah vonis pengadilan itu Nasheed, melalui pernyataan yang dirilis kantornya, mendesak para pendukungnya untuk turun ke jalan memprotes regim diktator yang telah mengkudetanya.

Sementara itu situasi politik negara itu semakin tidak pasti paska tersingkirnya Nasheed. Presiden sekarang, Abdullah Yameen, terlibat perselisihan dengan mantan sekutu-sekutunya sendiri. Ia telah memerintahkan penahanan menteri pertahanan yang dicurigainya hendak mengkudetanya. Ia juga telah memecat Jaksa Agung dan beberapa hakim.

Vonis yang diterima Nasheed akan mencegahnya mengikuti pemilihan presiden tahun 2018 mendatang. Namun Presiden Yameen, yang tidak lain adalah saudara tiri dari mantan penguasa Maumoon Abdul Gayoom, membantah pengadilan tersebut bermuatan politik.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*