gonzalesCaracas, LiputanIslam.com — Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh mantan perdana menteri Spanyol Felipe Gonzalez terlibat dalam konspirasi untuk menjungkalkan pemerintahannya.

Pada hari Selasa (24/3), Maduro menuduh Gonzalez, yang menjadi perdana menteri antar tahun 1982 hingga 1996, telah bergabung dengan kelompok ultra-konservatif di Spayol, Kolombia, dan AS yang berusaha melakukan kudeta terhadap pemerintah Venezuela. Demikian seperti dilaporkan Press TV.

“Kini Anda mendapatkan Felipe Gonzalez, yang telah mengakuinya secara terbuka, mendapatkan baji besar dalam euro, untuk menentang Venezuela, mendukung kudeta di Venezuela, kudeta yang ditujukan kepada saya,” kata Maduro dalam pidato mingguan di media resmi.

Sebelumnya, minggu ini, beberapa laporan menyebutkan bahwa Gonzalez, seorang pokrol (pengacara tanpa ijazah hukum), demikian Press TV menyebut, akan membela sejumlah aktifis oposisi Venezuela yang ditahan.

Maduro menyebut komplotan internasional yang berusaha mengkudetanya itu sebagai ‘kampanye perang psikologis’ terhadap Venezuela.

“Mereka berusaha menyebarkan desas-desus untuk membuat rakyat lupa tentang serangan imperial terhadap tanah air, dan sekali lagi memperdalam krisis ekonomi dengan melakukan penimbunan, pengurangan dan penyelundupan bahan-bahan pokok,” kata Maduro.

Maduro menyebut operasi itu dikoordinasikan di ibukota Kolombia Bogota dan Miami di AS, dengan koordinatornya buronan politik Juan Jose Rendon.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*