LIBYA-POLITICS-GOVERNMENT-FILES

Valleta, LiputanIslam.com —  “Mantan perdana menteri Libya Ali Zeidan berada di Malta selama dua jam pada hari Selasa (11/3), ia berhenti  untuk mengisi bahan bakar sebelum pergi ke negara Eropa lainnya,” kata Perdana Menteri  Malta Joseph Muscat pada televisi TVM, hari Rabu (12/3).

Muscat mengatakan bahwa  ia sempat  berbicara singkat kepada Zeidan. Ia tetap melakukan perjalanan kendati negara melarang Zaidan bepergian ke luar negeri sementara waktu selama masih dalam proses penyelidikan.

Zeidan, atas mosi tidak percaya di parlemen yang dinyatakan pada hari Selasa, akan diselidiki untuk kasus dugaan korupsi keuangan dan penyimpangan lainnya, seperti yang disampaikan Abdel Qader-Radwan pada Reuters dan televisi Libya al-Ahrar.

Zeidan digantikan sementara oleh Menteri Pertahanan Abdallah al-Thinni. Kepala Parlemen Nuri Ali Abu Sahmain mengatakan bahwa parlemen akan mendukung Thinni dan tidak akan menghalangi langkahnya.

Deputi menjadwalkan pemungutan suara setelah pemberontak di kawasan Libya timur mengatakan bahwa tanker yang  sarat dengan minyak dari pelabuhan yang berada di bawah kendali angkatan laut berhasil  lolos dan telah berada di  perairan internasional.

“Situasi di negara Libya tidak dapat dipahami. Bahkan mereka anggota parlemen yang merupakan badan untuk mendukung perdana menteri tidak lagi memiliki alternatif lain,” ujar  Suad Gannur kepada Agence France-Presse sebelum pemungutan suara.

Pemerintah Zeidan telah berulang kali dikritik karena kegagalannya untuk mengendalikan milisi pemberontak  yang sebelumnya dipakai dan didukung NATO untuk menggulingkan   Muammar Ghaddafi pada tahun 2011.

Zeidan, independen terpilih dengan dukungan dari kaum liberal, telah menjadi target dari gerakan sebelumnya tidak percaya dalam Kongres Nasional Umum, tetapi mereka tidak pernah mencapai kuorum hukum dari 120 dari 194 anggotanya.

Mantan perdana menteri yang didukung oleh kaum liberal, menuduh lawan politiknya dari Islamist opponents (yang berazaskan Islam )  berusaha untuk mendepaknya dari tampuk kekuasaan untuk menggantikannya dengan orang yang berasal dari kelompok mereka. (LiputanIslam/alarabiya/af)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*