pendeta norwegiaDrammen, LiputanIslam.com — Seorang mantan pendeta senior di Norwegia mengakui telah menghabiskan 15 juta kroner atau lebih dari Rp 20 miliar dana gereja untuk kegiatan pesta-pesta dan pelacuran di Spanyol.

Seperti dilaporkan Press TV, dengan mengutip media lokal DPA, Selasa (27/1), kegiatan-kegiatan yang tidak patut itu dilakukan oleh Are Blomhoff, pendeta tersebut, selama tujuh tahun.

“Ini benar-benar di luar kontrol, jumlah uang itu menunjukkannya,” kata Blomhoff di Pengadilan Drammen  di timur Norwegia, Selasa (27/1).

Saat peristiwa itu ia adalah ketua Yayasan Stiftelsen Betanien yang menyalurkan bantuan masyarakat Norwegia ke sebuah yayasan sosial di Spanyol, yang ternyata disalahgunakan.

“Itu adalah hari-hari paling buruk dalam hidup saya, untuk mengakui hal paling buruk telah menjadi bagian dari hidup saya,” kata Blomhoff di hadapan persidangan.

Stiftelsen Betanien yang memiliki 500 pegawai selama ini menjalankan sekolah-sekolah kebidanan, pusat layanan sosial dan rumah sakit di Bergen, Norwegia.

Dalam persidangan itu Blomhoff juga mengakui mengalami kecanduan alkohol yang mengakibatkannya terjerumus dalam kajahatan-kejahatan tersebut.

“Ini hampir seperti penyakit, suatu adiksi (kecanduan),” tambah Blomhoff.

Ketua Stiftelsen Betanien saat ini, Christian Hysing-Dahl mengatakan kepada media bahwa perbuatan mencuri uang yayasan adalah tindakan yang tidak bisa diteima, namun setelah mengetahui untuk apa uang curian itu digunakan, ternyata situasinya jauh lebih buruk.

“Kini ia akan mendapatkan hukumannya dan bisa memulai menjalanainya,” kata Dahl.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*