fifa blazerNew York, LiputanIslam.com — Seorang mantan pejabat senior FIFA, Chuck Blazer, mengaku para pejabat FIFA menerima uang suap dalam penetapan tuan rumah Piala Dunia 1998 Perancis hingga Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Seperti dilansir BBC News, Kamis (4/6), sebuah transkrip sidang pengadilan yang dipublikasikan secara online hari Rabu (3/6), membuka ‘fakta-fakta’ seputar kasus Blazer tahun 2013, yang dituduh terlibat dalam praktik-praktik ilegal sebagai pejabat FIFA dari menerima suap hingga pencucian uang.

“Di atas semua itu, saya setuju dengan para pejabat lain pada sekitar tahun 1992 untuk menerima suap terkait dengan penetapan tuan rumah Piala Dunia 1998,” kata Blazer kepada Hakim Raymond Dearie dalam sebuah sidang di New York, bulan November 2013.

“Pada sekitar 2004 dan berlanjut hingga tahun 2011, saya dan beberapa pejabat eksekutif FIFA sepakat untuk menerima suap terkait dengan penetapan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010,” tambahnya.

Dalam transkrip itu juga terbongkar ‘fakta’ bahwa Presiden Asosiasi Sepakbola Afrika Selatan Molefi Oliphant meminta Sekjen FIFA Jerome Valcke tahun 2008 untuk ‘menahan’ $10 juta dana penyelenggaraan Piala Dunia 2010 World Cup untuk dialokasikan pada program ‘Diaspora Legacy Programme’ di bawah kontrol Presiden CONCACAF (Asisiasi Sepakbola Amerika Utara) saat itu, Jack Warner.

Menpora Afsel Fikile Mbalula membantah keras tuduhan itu, menyebutnya tidak masuk akal.

“Kami tidak membela diri, namun kami memiliki kewajiban untuk membela legasi Piala Dunia (2010) dan reputasi negara kami,” katanya kepada wartawan.

Pengumuman melalui media online itu muncul hanya sehari setelah Presiden FIFA sejak tahun 1998, Sepp Blatter, mengundurkan diri menyusul ditangkapnya 14 pejabat dan mantan pejabat FIFA oleh aparat penegak hukum AS dan Swiss karena korupsi.

Blazer yang terancam hukuman 20 tahun penjara akhirnya setuju untuk bekerjasama dengan penyidik, termasuk memberikan testimoni yang membongkar praktik-praktik korupsi FIFA. Pengakuan inilah yang menjadi dasar penangkapan para pejabat FIFA tersebut.

Aparat penegak hukum Swiss kini tengah menyelidiki dugaan suap dalam penetapan Piala Dunia 2018 Rusia dan 2022 Qatar.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL