wisley clarkWashington, LiputanIslam.com — Mantan pejabat tinggi keamanan AS Jendral (Purn) Wesley Clark, mengakui bahwa kelompok teroris ISIS dibentuk oleh AS dan sekutu-sekutunya untuk menghadapi Hizbollah.

Mantan komandan tertinggi NATO antara tahun 1997 hingga 2000 itu membuat pengakuan itu dalam wawancara dengan televisi CNN baru-baru ini.

“ISIS dimulai dengan dibiayai oleh sekutu-sekutu kita,” kata Clark dalam wawancara itu hari Selasa (17/2) lalu, seperti dilansir Press TV.

Menurut Clark, ISIS merupakan satu-satunya kelompok yang diharapkan mampu menghadapi ketangguhan Hizbollah mereka dianggap sebagai zealots dan Frankenstein. Zealot adalah nama kelompok militan yahudi kuno, sedangkan frankestein adalah mahluk setengah manusia setengah hantu dalam cerita barat modern.

Jendral Clark tidak menyebutkan secara spesifik sekutu-sekutu AS yang telah mendanai ISIS itu, namun dengan tegas ia menyebutkan kelompok tersebut dibentuk sebagai bagian dari strategi untuk menghancurkan Hizbollah.

Clark dikenal sebagai mantan pejabat tinggi keamanan AS yang kritis dengan kebijakan-kebijakan politik internasional pemerintah AS, terutama di Timur Tengah.

Dalam bukunya yang diterbitkan tahun 2003, ia sudah menulis bahwa AS akan melakukan kampanye perang di negara-negara Islam, dimulai di Irak, kemudian di Suriah, Lebanon, Libya, Somalia, Sudan dan terakhir Iran.

Kelompok ISIL awalnya dilatih dinas rahasia AS CIA di Yordania pada tahun 2012 untuk menghancurkan regim Suriah. Sejak tahun lalu kelompok ini memperluas kekuasaannya hingga ke Irak, dan saat ini tengah membangun basis baru di Libya.

Selama berkuasa, kelompok ini menunjukkan tindakan-tindakan paling keji yang pernah terjadi di era modern, seperti menyembelih, memperkosa, memutilasi hingga membakar hidup-hidup korbannya yang berasal dari semua kelompok etnis dan agama.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL