auschwichBerlin, LiputanIslam.com — Seorang mantan pegawai kesehatan regim Nazi Jerman berumur 94 tahun didakwa terlibat dalam pembunuhan 3.681 tawanan selama bertugas di kamp tahanan di Auschwitz. Jika terbukti, ia terancam hukuman hingga 15 tahun.

Seperti dilansir BBC News, Selasa (24/2), terdakwa adalah mantan staff kesehatan berpangkat sersan saat bekerja di kamp tersebut pada tahun 1944. Namun pengacara terdakwa, Peter-Michael Disetel mengatakan kepada media Jerman Bild bahwa tidak ada bukti atas ‘tindakan kejahatan nyata’.

Para penuntut di Schwerin di utara Jerman mengatakan mereka tidak berhak untuk mengumumkan nama terdakwa karena alasan privasi. Tentang usianya yang sudah lanjut, para jaksa mengatakan bahwa terdakwa cukup sehat untuk mengikuti persidangan.

Sebagai staff medis terdakwa dianggap turut bertanggungjawab atas sejumlah kematian di kamp tersebut selama bertugas antara tanggal 15 Agustus hingga 14 September 1944.

Meski ditolak oleh para sejarahwah revisionist, para sejarahwan barat memperkirakan sekitar 1,1 juta orang tewas di kamp Auschwitz-Birkenau antara tahun 1940 hingga 1945. Pemerintah Iran pernah menggelar konperensi internasional tentang ‘holocoust’ atau pembunuhan massal orang-orang yahudi di kamp-kamp pengungsian dan menyimpulkan klaim tersebut tidak valid.

Pada tahun 2013 kejaksaan Jerman merekomendasikan penyidikan terhadap 30 mantan pegawai kamp Auschwitz di bawah undang-undang baru Jerman. Baru-baru ini sebuah pengadilan Jerman mendakwa seorang mantan penjaga kamp berumur 93 tahun atas keterlibatan pembunuhan 170.000 orang.

Sebelumnya pada bulan April 2014 lalu seorang mantan pegawai administrasi kamp berumur 93 tahun didakwa terlibat pembunuhan 300.000 di kamp yang sama.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL