ron paulWashington, LiputanIslam.com — Politisi senior dan mantan kandidat presiden AS Ron Paul, menyatakan dukungannya atas sikap Presiden Rusia Vladimir Putin terkait krisis Krimea-Ukraina.

Dalam wawancara dengan Fox News, Paul mengatakan AS dan sekutu-sekutu baratnya telah terlibat dalam penggulingan presiden terpilih Ukraina Viktor Yanukovich.

“Mereka mengatakan, semua yang dilakukan Putin adalah salah. Putin memang bukan malaikat, namun apa yang dilakukannya sesuai dengan hukum. Mereka (Rusia dan Krimea-Ukraina) memiliki perjanjian, kontrak-kontrak untuk pangkalan laut di sana dan ijin untuk pergi ke sana,” kata mantan senator dari Texas itu.

Sebagaimana diketahui, setelah mendukung penggulingan ilegal terhadap Yanukovich, AS dan sekutu-sekutu Eropanya justru menolak rencana referendum yang dikehendaki rakyat Krimea akan dilaksanakan tgl 16 Maret mendatang.

Paul juga menuduh pemerintahan Barack Obama telah menyembunyikan banyak kebenaran tentang krisis tersebut.

“Ini mengingatkan saya sedikit tentang, apa yang akan terjadi jika tiba-tiba mereka menuduh Amerika telah menduduki Guantanamo secara ilegal?” Tambahnya.

“Menurut saya rakyat memiliki hak menentukan nasibnya sendiri. Ini tertulis di dalam hukum internasional. Ini adalah sebuah prinsip moral dan tentu saja jika Anda percaya dalam pemerintahan yang terbatas, setiap orang seharusnya memiliki hak untuk mengurangi pemerintahan mereka dan harus ada hak untuk memisahkan diri.”

Paul juga menyatakan keraguannya tentang sikap Amerika kelak, setelah hasil referendum Krimea diumumkan, meski sampai saat ini AS menolak rencana tersebut.

“Kita menyukai pemisahan diri dari Inggris Raya, dan kita mencintai pemisahan di Uni Sovyet,” tambah Paul seraya menyebutkan bahwa referendum yang akan dilakukan di Krimea adalah langkah demokratis.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*