Washington, LiputanIslam.com–Pasca keluarnya dakwaan AS terhadap sejumlah warga Rusia atas kasus intervensi pemilu AS 2016, seorang mantan direktur CIA mengaku bahwa Washington sendiri telah mencampuri pemilu negara lain atas nama ‘demokrasi’.

Dalam wawancara kepada Fox News pada Jumat (16/2/18), James Woolsey mengatakan bahwa AS mengintervensi pemilu asing “hanya demi kepentingan demokrasi.”

Namun, pria yang menjabat sebagai direktur CIA semasa pemerintahan Presiden Bill Clinton itu tetap mengklaim bahwa tindakan intervensi itu “adalah untuk kebaikan sistem dalam rangka mencegah komunis berkuasa.”

Sebelumnya di hari yang sama, Penasihat Khusus Departemen Kehakiman AS, Robert Mueller, mendakwa 13 warga berkewarganegaraan Rusia karena mengintervensi pemilu 2016 yang dimenangkan Donald Trump.

Semua individu ini dituding “mendukung kampanye presidensial Donald J. Trump…dan menjatuhkan Hillary Clinton.” Namun, dakwaan tersebut tidak menyebutkan bahwa tindakan intervensi ini mempengaruhi hasil pemilu.

Sebagai respon, menlu Rusia, Sergey Lavrov, menyebut dakwaan  tersebut hanya “ocehan bodoh” yang tak dapat dipercaya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*