malaysia ministerKualalumpur, LiputanIslam.com — Pemerintah Malaysia menyalahkan Inmarsat dalam kasus hilangnya pesawat MH370 bulan Maret lalu.

“Data satelit mentah itu ada pada Inmarsat, bukan di Malaysia, bukan di Australia, bukan Malaysia Airlines, jadi jika ada permintaan agar data itu dibuka ke publik, hal itu harus diajukan ke Inmarsat,” kata menteri transportasi Malaysia  Hishammuddin Hussein, Kamis (15/5).

Pernyataan Hishamuddin adalah tanggapannya kepada publik yang menuntut pemerintah Malaysia untuk membuka data penerbangan pesawat MH370.

Inmarsat, perusahaan operator satelit swasta di Inggris, menjadi tertuduh dalam musibah hilangnya pesawat Malaysia Airliens MH370.

Desas desus menyebutkan perusahaan ini adalah kepanjangan tangan inteligen barat yang memiliki kemampuan perang elektronik seperti mengacaukan radar dan telekomunikasi lawan. Namun sebagian pengamat menilai bahwa dalam musibah MH370 perusahaan ini tidak memiliki urusan. Yang dianggap paling bertanggungjawab tentunya adalah Malaysia Airlines, pemerintah Malaysia, dan perusahaan pembuat pesawat Amerika Boeing.

Hingga saat ini pemerintah Malaysia tidak bisa memberikan penjelasan tentang hilangnya pesawat MH370.

Data tersebut sangat penting karena menjadi pemandu bagi operasi pencarian besar-besaran pesawat MH370 yang melibatkan banyak negara, namun ternyata tanpa hasil, hingga menimbulkan pertanyaan publik, data apa yang digunakan dalam pencarian tersebut sejauh ini.

Yang aneh lagi, para pejabat Australia yang secara resmi ditunjuk sebagai pimpinan operasi pencarian pun kepada CNN mengaku tidak memiliki data satelit tersebut. Padahal Inmarsat dengan tegas menyebutkan bahwa data-data yang dibutuhkan telah diberikan kepada para penyelidik.

“Data-data Inmarsat telah diberikan kepada tim penyidik pada awal pencarian MH370,” kata Chris McLaughlin, pejabat humas Inmarsat kepada CNN.

Lebih jauh ia menambahkan, “kami memiliki analisis data yang sangat terpercaya, yang secara independen dievaluasi oleh tim internasional yang ditunjuk secara resmi sebagai penyidik (MH370).”

Menurutnya, selanjutnya menjadi hak penyidik untuk memutuskan apakah akan membuka data itu ke publik, dan kapan. Menurutnya, konvensi internasional tentang penyelidikan kecelakaan udara melarang dibukanya data penyelidikan ke publik kecuali dengan persetujuan negara-negara yang terlibat dalam penyelidikan.

“Saya tidak tahu siapa yang bisa dipercaya,” kata analis penerbangan Miles O’Brien kepada CNN.

“Namun sangat jelas bahwa seseorang telah berbohong di sini,” tambahnya.

“Kita berbicara tentang sesuatu yang melibatkan pesawat jet yang hilang, selama 70 hari. Nyawa-nyawa yang hilang, keluarga-keluarga yang hancur, dan masih ada orang-orang yang berbohong tentang ini. Saya sungguh sulit mempercayainya,” tambahnya.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL