Zulkefli_Mohd_ZinBeijing, LiputanIslam.com — Pemerintah Malaysia menolak dengan tegas  pembangunan pulau-pulau di wilayah sengketa Laut Cina Selatan oleh Cina, sekaligus menyatakan hal itu sebagai tindakan provokasi yang tidak beralasan.

Hal itu dikatakan Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia, Ahad (18/10), menanggapi pernyataan Cina atas langkahnya melakukan pembangunan di pulau-pulau sengketa tersebut.

“Saya ingin menyampaikan masalah tentang provokasi tidak beralasan, yang dilakukan Cina melalui pembangunan pulau di Laut Cina Selatan,” kata Kepala Angkatan Bersenjata Malaysia, Jenderal Zulkefli Mohd Zin, dalam pertemuan keamanan di Beijing.

Cina belakangan berinisiatif mengajak ASEAN bersama-sama berpatroli di perairan Laut Cina Selatan sebagai respons atas langkah Amerika Serikat menghadirkan kembali kapal-kapal perangnya di sana.

Langkah Beijing pada tahun lalu dalam membangun pulau buatan, yang disebut-sebut demi tujuan sipil, juga menuai kecaman keras Washington.

Zulkefli meragukan pernyataan Cina bahwa pekerjaan pembangunan tersebut untuk kepentingan sipil, penelitian laut, dan membantu pelayaran aman kapal pelintas wilayah tersebut.

“Waktu akan menunjukkan apakah niat Cina sebenarnya. Sementara itu, kita harus menerima alasan-alasan yang diberikan Cina tentang tujuan pembangunan pulau-pulau ini. Saya berharap pekerjaan ini ditujukan untuk kebaikan umat manusia,” katanya seperti dilansir Antara, Ahad  (18/10).

Hubungan Cina dengan beberapa negara ASEAN, terutama Filipina dan Vietnam, yang juga bersaing dalam kepemilikan Laut Cina Selatan, kian menegang karena ketegasan Beijing di wilayah yang dilewati kapal-kapal dagang dan berpotensi menghasilkan 5 triliun dolar Amerika Serikat per tahun itu.

Dengan penduduk lebih dari 1,2 miliar jiwa, Cina jelas sangat memerlukan ruang dan sumber daya untuk kepentingan nasionalnya, termasuk memelihara tingkat pertumbuhan ekonominya. Jika ada krisis ekonomi di negara berpenduduk paling banyak di dunia itu, sangat menyulitkan pemerintahan komunis Cina.

Malaysia secara umum menerapkan garis batas dengan Beijing di Laut Cina Selatan, tidak seperti Vietnam dan Filipina, yang mencerca upaya ekspansionisme Cina.

Namun, dua pelatihan Angkatan Laut Cina secara berurutan dilaksanakan di sekitar James Shoal, yang termasuk zona ekonomi eksklusif Malaysia, membuat Kualalumpur meminta Beijing mengubah pendekatan mereka, tutur beberapa diplomat senior pada Reuters.

Pada awal bulan ini Cina menyatakan telah menyelesaikan mercusuar di Cuarteron Reef dan Johnson South Reef yang terletak di Kepulauan Spratly, untuk membantu penelitian dan penyelamatan maritim, keamanan navigasi, serta pemulihan bencana.

Wakil Menteri Luar Negeri Cina, Liu Zhenmin, dalam forum militer yang sama, Sabtu lalu, menuturkan bahwa mercusuar tersebut akan sangat membantu keamanan di Laut Cina Selatan.

Cina akan terus membangun sarana serupa, kata Zhenmin, tanpa memberikan perinciannya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL