police-malaysiaKualalumpur, LiputanIslam.com — Kepolisian Diraja Malaysia dikabarkan kini tengah berusaha mencari hubungan antara terorisme dengan musibah hilangnya pesawat MH370, meski sejak lama para analis tidak mempercayai dugaan itu. Itulah sebabnya pada hari Minggu (4/5) pemerintah Malaysia membantah laporan media Inggris yang menghubungkan 11 terduga teroris yang ditangkap sehari sebelumnya dengan jaringan teroris Al-Qaeda.

Mereka menyatakan pemberitaan yang menyebut ke-11 terduga teroris yang ditangkap terkait dengan hilangnya pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH 370 itu sebagai “sampah”.

“Penangkapan tidak ada hubungannya dengan pesawat yang hilang,” kata Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia, Tan Sri Khalid Abu Bakar pada The Star.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa para teroris yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda ini ditangkap karena dicurigai terlibat dalam hilangnya MH370. Mereka menjalani interogasi pada Sabtu (3/5). Para tersangka dilaporkan telah membentuk sebuah kelompok teror baru yang diyakini akan melakukan serangan bom di negara-negara Islam. Mereka ditangkap pekan lalu di ibukota Malaysia Kuala Lumpur dan di negara bagian Kedah.

Daily Mail melaporkan interogasi itu melibatkan sejumlah peneliti internasional, termasuk FBI dan MI6. Dari sebelas orang yang ditangkap — berusia sekitar 22-25 tahun — terdapat mahasiswa, seorang janda muda, dan pebisnis profesional. Mereka dikejar dengan pertanyaan intensif mengenai MH370.

Seorang petugas dari Divisi Kontra Terorisme Malaysia menyatakan penangkapan ini dilakukan setelah kecurigaan aksi terorisme semakin meningkat. “Kemungkinan bahwa pesawat dialihkan oleh militan masih tinggi. Peneliti internasional telah meminta laporan komprehensif mengenai kelompok baru itu,” katanya.

Penerbangan MH370 menghilang dari layar radar pada dini tanggal 8 Maret, sekitar satu jam dalam penerbangannya dari Kuala Lumpur ke Beijing, setelah naik ke ketinggian jelajah 35 ribu kaki. Tidak ada sinyal marabahaya dikirim dari pesawat yang hilang. Sekitar dua pertiga dari 227 penumpang dan 12 awak pesawat berkewarganegaraan Cina. Hingga kini, pencarian pesawat belum membuahkan hasil.

Dugaan pembajakan dengan gaya yang serupa dengan serangan 11 September 2001 sempat mengemuka terkait hilangnya MH370. Keterkaitan teroris Al-Qaeda muncul menyusul ‘nyanyian’ seorang tersangka teroris di pengadilan New York.

Saajid Badat, pria kelahiran Inggris, mengatakan bahwa empat hingga lima orang Malaysia merencanakan untuk mengambil kendali dari pesawat, menggunakan bom yang disembunyikan di sepatu untuk membuka pintu kokpit, menurut laporan Telegraph. Badat mengatakan ia bertemu dengan salah satu dari mereka di Afghanistan dan memberi sebuah bom sepatu yang akan digunakan untuk membajak pesawat terbang. Yang paling mengejutkan, ia menyatakan bahwa salah satu dari mereka adalah seorang pilot.

Badat menyatakan hal itu saat bersaksi dalam persidangan terdakwa Sulaiman Abu Ghaith, menantu tertua Osama bin Laden. Dia mengatakan kepada pengadilan melalui rekaman video yang menyebut para jihadis Malaysia ini, termasuk pilot, “siap untuk melakukan suatu tindakan.”(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL