Kuala Lumpur, LiputanIslam.com—Pemerintah Malaysia akhirnya menarik tentara mereka dari koalisi militer Saudi yang telah melakukan agresi terhadap Yaman selama tiga tahun terakhir.

“Kabinet mengeluarkan keputusan ini minggu lalu. Kami menunggu persiapan dari Angkatan Bersenjata,” kata Menteri Pertahanan Malaysia, Mohamad Sabu, kepada wartawan dari beberapa wawancara media pada Kamis (28/6/18) di Kuala Lumpur.

“Kami juga menunggu kerjasama dari Kementerian Hubungan Luar Negeri yang akan membantu pemindahan,” tambahnya.

Arab Saudi dan 20 sekutunya, termasuk Uni Emirat Arab, Moroko, dan Sudan, telah melangsungkan agresi brutal bernama Operation Decisive Storm terhadap Yaman sejak Maret 2015 lalu. Agresi ini dilakukan sebagai upaya meghancurkan gerakan Houthi Ansarullah dan mengembalikan mantan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang merupakan sekutu setia rezim Riyadh.

Kementerian HAM Yaman menyatakan pada 25 Maret lalu bahwa agresi ini telah menyebabkan 600.000 warga sipil tewas dan terluka.

Selain itu, perang disertai blokade ini menyebabkan meluasnya kelaparan di negeri Arab itu, serta rusaknya infrastruktur seperti rumah sakit, sekolah, dan pabrik. PBB menyatakan, sebanyak 22,2 juta warga Yaman membutuhkan bantuan makanan, dan 8,4 juta terancam kelaparan.

“Malaysia mempertahankan pertemanan dengan negara-negara [koalisi] dan tetangga mereka. [Namun,] kami tidak mau menjadi bagian dari konflik dengan negara-negara tetangga Saudi,” tegas Sabu.

Tentara Malaysia berada di Arab Saudi sejak 2016, ketika perang brutal kepada Yaman sudah dimulai.

Sjeumlah negara Berat, seperti AS dan Inggris, juga dituduh terlibat dalam agresi ini dengan menyuplai alat-alat militer dan bantuan intelijen kepada militer Saudi. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*