pejabat malaysiaKualalumpur, LiputanIslam.com — Malaysia akan mengirimkan kembali diplomatknya yang tersangkut kasus pelecehan seksual, ke Selandia Baru untuk menjalani penyidikan. Demikian keterangan Menlu Malaysia Anifah Aman, Rabu (2/7).

Hal ini akan membuat Muhammad Rizalman bin Ismail, diplomat yang dituduh terlibat aksi pelecehan seksual di Selandia Baru, untuk “bekerjasama secara penuh dan membantu otoritas Selandia Baru”, demikian pernyataan Anifah Aman.

Muhammad Rizalman kembali ke Malaysia bulan lalu, tidak lama setelah terlibat aksi pelecehan seksual di Selandia Baru. Ia berhasil mengelak dari proses penyelidikan karena memegang hak kekebalan diplomatik.

Sebagaimana laporan BBC, Rabu (2/7), Muhammad Rizalman bekerja di kantor Komisi Tinggi Malaysian di Wellington selama setahun terakhir. Ia dituduh telah membuntuti seorang wanita 21 tahun yang pulang ke rumahnya di daerah pinggiran Brooklyn, 9 Mei lalu, dan menyerangnya di rumah wanita itu. Polisi sempat menahannya dengan tuduhan penyerangan dan percobaan perkosaan, namun dibebaskan setelah diketahui sebagai diplomat Malaysia.

Diplomat berusia 38 tahun itu kemudian pulang ke Malaysia bersama keluarganya.

Pemerintah Malaysian mengatakan bahwa prinsip “tidak bersalah hingga dibuktikan oleh pengadilan”, harus diterapkan kepada diplomat tersebut.

“Malaysia memiliki saling kepercayaan sepenuhnya dengan sistem hukum Selandia Baru, dan sangat meyakini bahwa Muhammad Rizalman akan mendapatkan perlakuan yang adil,” kata Menlu Malaysia.

Ia menambahkan bahwa seorang pejabat militer senior dari kemenhan Malaysia akan mendampingi diplomat tersebut dan siap menyediakan bantuan hukum jika diperlukan.

Sebelumnya Perdana Menteri Selandia Baru John Key, dalam pidatonya dalam acara Konperensi Tahunan Partai Nasional di Wellington tanggal 29 Juni, menyerukan agar diplomat Malaysia itu bisa diadili di Selandia Baru.

Para pajabat Malaysia dan Selandia Baru sempat berselisih tentang bagaimana diplomat itu meninggalkan Selandia Baru. Hari Selasa (1/7) pejabat Selandia Baru mengatakan kepada pers lokal bahwa pemerintah Malaysia menolak penangkapan diplomat tersebut dan menuntut pembebasannya dengan status diplomatiknya. Namun Malaysia membantah dan mengatakan bahwa kepergian Rizalman ke Malaysia telah mendapat persetujuan Selandia Baru.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL