keluarga penumpang pesawat masKualalumpur, LiputanIslam.com — Malaysia Airlines (MAS) menyiapkan dana sebesar 31 ribu yuan atau setara dengan 16.577 ringgit Malaysia untuk keluarga penumpang hilangnya pesawat MAS.

Dilansir dari The Star, Selasa (11/3), Malaysia Airlines Regional Senior Vice Presiden untuk Cina, Law Joshua Kok Hwa mengatakan dana tersebut sebagai bantuan keuangan awal untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga penumpang.

Lanjutnya, MAS akan menanggung semua biaya selama seminggu bagi para keluarga yang akan tinggal di Beijing atau akan berangkat ke Kuala Lumpur.

Upaya pencarian MAS yang hilang sejak Sabtu itu masih dilakukan dengan bantuan dari berbagai negara. Dalam perkembangan terbaru, MAS bekerja sama dengan pemerintah Cina untuk mempercepat pengeluaran paspor bagi keluarga yang akan terbang ke Malaysia.

Mereka juga bekerja sama dengan pihak imigrasi Malaysia untuk memberikan visa. Selain itu, maskapai nasional itu juga telah menerjunkan pesawat tambahan untuk membawa keluarga dari Beijing ke Kuala Lumpur.

Teori Terorisme Mengemuka

Media di Malaysia dan Cina mengungkapkan dua teori di balik hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Salah satunya, menyebut-nyebut kemungkinan adanya serangan teroris yang mengaitkan kaum minoritas Muslim Uighur di Cina.

Seorang blogger di Cina mengungkapkan, sekelompok Muslim minoritas Uighur yang dideportasi dari Malaysia dianggap bertanggung jawab atas hilangnya pesawat berpenumpang 239 orang ini.

Pada 2011 dan 2012, sejumlah Muslim Uighur dideportasi dari Malaysia karena kedapatan menggunakan paspor palsu. Klaim ini muncul dua pekan setelah pembunuh berpisau yang diduga dari Uighur melakukan aksinya di stasiun kereta Kunming, Cina, menewaskan 29 orang.

Seorang pejabat Malaysia menyatakan tidak mengesampingkan kemungkinan keterlibatan kaum Uighur. “Ini tidak kita abaikan. Kita memang mengembalikan orang-orang ini yang berpaspor palsu, jadi memang masih terlalu dini untuk mengatakan hal ini ada kaitannya,” kata pejabat yang tidak bersedia disebut identitasnya itu kepada The Star, Senin (10/3).

Teori kedua, pesawat tersebut mengalami kecelakaan akibat kesalahan teknis ataupun human error. Media Malaysia menyebut, bisa saja ada persoalan bahan bakar yang bocor atau kesalahan teknis lainnya yang menyebabkan pesawat menghilang.

Namun, kebanyakan media di Malaysia mengaitkan hilangnya MAS MH370 ini dengan aksi pembajakan dan pengeboman. Kata mereka, pesawat bisa meledak di ketinggian 35 ribu kaki, yang berdampak pada sulitnya mendapatkan reruntuhan sisa pesawat. Teori ini diperkuat setelah ditemukannya dua penumpang menggunakan paspor palsu.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL