malala satyaOslo, LiputanIslam.com — Aktifis pendidikan anak asal Pakistan Malala Yousafzai dan aktifis pembela anak-anak asal India Kailash Satyarthi, dinyatakan sebagai peraih penghargaan Nobel Perdamaian.

Dengan usia yang baru 17 tahun, Malala menjadi penerima hadiah Nobel termuda sepanjang sejarah. Panitia Nobel memuji peran kedua pasangan itu sebagai “perjuangan melawan penindasan terhadap anak-anak dan remaja”.

Satyarthi (60 tahun) adalah pengikut ajaran Mahatma Gandhi yang telah menggelar berbagai bentuk aksi damai untuk memprotes eksploitasi anak demi keuntungan finansial. Demikian pernyataan panitia nobel perdamaian di Oslo, sebagaimana dilaporkan BBC News, Jumat (10/10).

Menanggapi pengumuman itu, Satyarthi mengatakan kepada televisi CNN-IBN: “Ini adalah penghormatan bagi anak-anak yang masih menderita praktik-praktik perbudakan, kerja paksa dan trafficking.”

Sementara Malala mulai menjadi perhatian publik dunia pada tahun 2009 setelah menulis catatan harian di program BBC Urdu tentang kehidupan anak-anak di bawah kekuasaan Taliban di barat laut Pakisan.

Namanya semakin menjulang tinggi setelah sekelompok orang bersenjata yang disebut-sebua anggota Taliban, membajak bus sekolah yang tengah membawanya dan menembak kepala dan beberapa kawannya di Lembah Swat, Pakistan.

Ia berhasil sembuh dari luka-lukanya setelah dirawat secara intensif di Inggris. Sejak ia menjadi tokoh dunia, menuliskan otobiografi, berpidato di Sidang Umum PBB, bertemu tokoh-tokoh dunia dan menghadiri berbagai seremoni yang digelar oleh berbagai negara, organisasi dan tokoh dunia.

PM Pakistan Nawaz Sharif mengucapkan selamat kepada Malala atas penghargaan yang diterimanya dan menyebutnya sebagai “kebanggaan negara”.

Pada tahun 2013 majalan Time menobatkannya sebagai manusia paling berpengaruh di dunia dan Malala meraih penghargaan prestisius Sakharov Price yang diberikan oleh Uni Eropa bagi pejuang HAM.

Tahun ini panitia Nobel memiliki rekor 278 kandidat peraih Nobel Perdamaian, termasuk Paus Francis, ginaekologis asal Kongo Denis Mukwege, Edward Snowden, dan majalah Russian Novaya Gazeta. Namun daftar tersebut dirahasiakan panitia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL