MALALA NIGERIAAbuja, LiputanIslam.com — “Pejuang” hak-hak wanita asal Pakistan, Malala Yousafzai, menemui Presiden Nigeria  Goodluck Jonathan dalam misinya untuk membebaskan lebih dari 200 pelajar putri yang diculik kelompok teroris Boko Haram bulan April lalu.

Sementara itu pemimpin Boko Haram menyampaikan pesan melalui video bahwa pihaknya siap untuk berunding seraya menyatakan dukungannya kepada Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin kelompok teroris lainnya, ISIS, yang tengah berperang di Suriah dan Irak untuk membentuk “negara Islam”.

Seperti dilaporkan BBC, Senin (14/7), Malala bertemu dengan Presiden Jonathan di ibukota Abuja, dan mendesaknya untuk bisa bertemu dengan keluarga pelajar perempuan yang diculik.

Jonathan dan pemerintahannya tengah menghadapi kecaman internasional karena kegagalannya menghentikan kekejian kelompok Boko Haram, terutama kegagalan menyelamatkan 200 lebih pelajar putri yang diculik Boko Haram.

BBC melaporkan setelah 3 bulan penculikan para pelajar putri, Presiden Jonathan tidak pernah bertemu dengan keluarga korban penculikan. Militer juga tidak juga bisa membebaskan korban penculikan, meski mereka mengklaim telah mengetahui persembunyian mereka. Tidak hanya itu, tidak ada upaya mengorek keterangan dari lebih dari 60 korban penculikan yang berhasil melarikan diri.

Pada hari Minggu (13/7) Malala akhirnya bertemu dengan sebagian keluarga korban penculikan dan menyampaikan solidaritasnya kepada mereka.

2 tahun lalu Malala menjadi korban upaya pembunuhan kelompok teroris Taliban Pakistan karena memperjuangkan pendidikan bagi wanita. Ia selamat setelah diterbangkan ke Inggris, meski menderita luka parah di bagian kepalanya.(CA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL