wartawan myanmarRangoon, LiputanIslam.com — Mayat jurnalis Myanmar Aung Naing dikeluarkan dari makamnya untuk dilakukan penyelidikan atas dugaan penganiayaan saat ditahan di tahanan militer bulan lalu.

Militer mengklaim Naing tewas ditembak setelah mencoba melarikan diri dan merampas senjata pengawal. Ia ditangkap oleh aparat militer pada bulan September saat meliput pertempuran di dekat perbatasan Thailand. Militer menuduhnya sebagai mata-mata bagi kelompok pemberontak.

Keluarga dan teman-teman Naing meyakini ia tewas akibat penganiayaan di dalam tahanan militer. Mereka pun mempertanyakan mengapa militer mengubur jasad Naing dengan sangat cepat. Demikian BBC News melaporkan, Kamis (6/11).

Myanmar telah menjalani reformasi politik selama 3 tahun terakhir. Namun kematian Naing menimbulkan pertanyaan tentang keseriusan militer Myanmar menjalankan reformasi.

Istri Naing, Thandar, diberitahu polisi dari kota Kyaike Mayaw, Provinsi Mon dimana suaminya ditangkap, bahwa jenasah Naing akan dibongkar hari Rabu (5/11). Ia pun pergi ke kota itu bersama saksi-saksi dan pengacara untuk menyaksikan pembongkaran dan penyelidikan kematian suaminya.

Militer menuduh Aung Naing bekerja sebagai “perwira komunikasi” untuk kelompok pemberontak Karen. Ia memang sering memberikan laporan jurnalistik tentang konflik bersenjata di perbatasan Thailand untuk koran-koran lokal. Ia juga telah beberapa kali bertemu pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi.

Kematian misterius Naing juga mendapat perhatian internasional. Minggu lalu pemerintah AS menyerukan kepada Myanmar untuk melakukan penyelidikan yang kredibel dan transparan.

Presiden Myanmar Presiden Thein Sein pun berjanji akan melakukan menyelesaikan kasus ini secara transparan. Ia menyebut keterlibatan Komisi HAM dalam penyelidikan ini.

Thein Sein, mantan pemimpin junta militer, telah memimpin reformasi politik di Myanmar menjadi negara yang lebih demokratis, termasuk melakukan reformasi di bidang pers, memberikan kebebasan berekspesi dan membebaskan wartawan-wartawan yang ditahan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL