mahasiswa taiwan demoTaipe, LiputanIslam.com –Ratusan mahasiswa  Taiwan yang menentang pakta perdagangan dengan Cina  hingga kemarin masih berdemonstrasi baik di dalam maupun di sekitar gedung parlemen Taiwan. Mereka menunjukkan keseriusan dalam menolak kebijakan Presiden Ma Ying-jeou yang menggerakkan ekonomi Taiwan terus mendekati Cina.

Sehari sebelumnya,  sekitar 200 mahasiswa telah menyerbu dan  menerobos  gedung parlemen serta mengambil alih ruang utama. Kemudian pada hari Rabu para mahasiswa tersebut membentuk semacam barikade di pintu masuk gedung  untuk mencegah ratusan polisi yang berusaha masuk dan  membubarkan demo.

Para  mahasiswa tersebut sangat menentang upaya partai Kuomintang, partai yang berkuasa saat ini untuk mengesahkan sebuah perjanjian baru dengan Cina dan meminta anggota parlemen untuk meninjau kembali perjanjian tersebut, pasal demi pasalnya.

“Pakta perdagangan ini tidak boleh disetujui tanpa pertimbangan hati-hati dan pengawasan dari Parlemen,” ujar seorang pendemo.

Pakta perjanjian itu sendiri sebenarnya telah disahkan oleh komite gabungan di parlemen pada hari Senin (17/3). Pengesahan yang merupakan pengesahan pertama dari 3 pengesahan yang diperlukan untuk meloloskan rancangan tersebut kemudian memicu kisruh di antara anggota parlemen. Tiga anggota parlemen dari pihak oposisi melakukan mogok makan 70 jam untuk mengekspresikan penentangan mereka terhadap perjanjian kontroversial itu.

Menurut para penentang, pakta perdagangan itu akan menyebabkan naiknya angka pengangguran, menghancurkan ekonomi negara dan membuka ekonomi Taiwan terhadap pengaruh Cina yang berlebihan.

Cina merupakan mitra dagang terbesar Taiwan dan hubungan kedua negara meningkat beberapa tahun terakhir, semenjak Presiden Ma Ying-jeou memegang kekuasaan di tahun 2008.

Ma terpilih kembali di tahun 2012 dan pernah bersumpah untuk memperbaiki hubungan ekonomi Cina dan Taiwan.(lb/preetv/vs)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*