jon-meis-heroLiputanIslam.com — Seorang mahasiswa pendiam berubah seketika menjadi seorang pahlawan karena keberaniannya menggagalkan upaya penembakan massal di Seattle Pacific University, Kamis (5/6).

Kebiasaan Jon Meis membawa cairan penyemprot lada sebagai alat pertahanan diri rupanya menjadi berkah tersendiri baginya. Ketika seorang pemuda yang baru saja melakukan penembakan membabi buta yang menewaskan seseorang dan melukai 2 orang lainnya, kehabisan peluru dan mencoba mengisi ulang magazinnya, John Meis pun melihat peluang dan langsung menyerang pemuda itu dengan penyemport ladanya.

Kesakitan karena wajah dan matanya terkena cairan pedas, pemuda itu pun tidak berdaya ketika Meis dan beberapa mahasiswa lainnya yang tergugah keberaniannya merebut senjata pemuda itu dan membekuknya bersama-sama.

Amerika berulangkali mengalami peristiwa tragis penembakan massal di sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum yang menewaskan banyak manusia tak berdosa, terutama anak-anak dan pelajar. Semua itu seolah menjadi tamparan keras bagi rakyat Amerika, bahwa bangsa yang besar dan kuat itu ternyata tidak bisa memberikan perlindungan keamanan yang baik bagi warganya.

Namun Meis membuktikan bahwa Amerika “masih ada”, bangsa yang sebagian warganya adalah orang-orang yang rela mengorbankan dirinya untuk sesamanya.

Para pejabat kepolisian setempat meyakini bahwa jika tidak ada Meis yang bertindak, pembunuhan massal dengan korban yang jauh lebih besar mungkin sudah terjadi di Seattle hari Kamis lalu.

Andrew Van Ness, seseorang yang mengaku sebagai sahabat kakak kandung Meis menggambarkan bagaimana sosok Meis di matanya dalam e-mail yang dikirim ke CNN:

“Saya tidak terkejut melihatnya bertindak sebagai pahlawan. Bakatnya yang luar biasa, kecintaanya terhadap sesamanya dan pengetahuannya tentang hal-hal besar adalah yang membedakannya dengan lainnya.”

Ketika polisi dan ambulan datang dan membawa orang-orang yang terluka, Meis tampak masih terguncang dengan apa yang baru dialaminya. Para awak medis pun membawanya ke rumah sakit untuk pengecekan. Namun setelah tidak ditemukan luka yang serius, Meis pun diijinkan pulang.

Jubir rumah sakit Harborview Medical Center Susan Gregg mengatakan pihaknya tidak mengidentifikasi nama Meis, namun dari orang-orang ia tahu bahwa Meis adalah pahlawan.

Polisi juga tidak mengumumkan namanya, namun orang-orang yang antusias untuk mengetahui siapa pahlawan mereka segera mengetahuinya dari gambar yang dirilis CNN, Sabtu (7/6).

“Saya mungkin saja akan menjadi orang-orang yang terluka atau berada dalam kondisi kritis. Ada banyak pelajar di dalam gedung dan ia (Meis) menghentikan orang itu di lobi. Saya sangat bangga padanya, yeah,” kata Patrick Maguire, teman se-kapus Maise.

Seattle Times pun menuliskan laporannya tentang Meis sebagai mahasiswa teknik yang “low profile”, cerdas dan penganut agama Kristen yang taat.

Saudara Meis mengatakan kepada wartawan bahwa keluarga untuk sementara tidak bersedia memberian keterangan apapun tentang Meis kepada media massa. Namun mereka tidak bisa mencegah beredarnya kabar tentang kepahlawanan tersebut di dunia maya, yang samuanya senada dalam memberikan penghargaan kepada Meis: “Pahlawan kami!”

“Jon Meis adalah pahlawan. Saya tidak bisa menggambarkan keberaniannya dengan kata-kata,” kata Molli Elizabeth dalam akun Twitter-nya.

“Jon Meis, engkaulah pahlawanku! Tidak ada cinta yang lebih besar daripada ini: mengorbankan hidup untuk seorang teman,” kicau Shane Bengry dalam akun Twitter-nya.

Masyarakat Amerika telah berkali-kali menjadi korban penembakan massal di sekolah-sekolah dan tempat publik. Semuanya seolah menunjukkan ironi bangsa Amerika, bangsa yang besar namun tidak mampu memberikan keamanan bagi rakyatnya. Ditambah aksi-aksi kekerasan yang dilakukan Amerika atas berbagai negara di dunia, seolah menandakan bahwa Amerika,  sebagai bangsa beradab, telah hilang.

Namun Meis mengubah segalanya. Amerika masih ada, setidaknya rakyatnya, yang masih menjunjung tinggi nyawa sesamanya. (ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL