peluruSurabaya, LiputanIslam.com — Peluru ramah lingkungan (green bullet) berhasil diciptakan oleh lima mahasiswa ITS Surabaya. Peluru ini tidak menggunakan logam Pb (plumbun), sehingga tidak membahayakan lingkungan.

Keberadaan peluru sekarang dianggap tak ramah lingkungan serta membahayakan penembak. Ini karena sifat memantulnya bisa saja kembali ke penembak.

“Peluru yang ramah lingkungan itu perlu yang saat digunakan tidak mengandung logam Pb,” ujar Khoiril Metrima Firmansyah, Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) ITS, di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, pria yang akrab disapa Metrim ini menjelaskan, peluru ini bersifat “fragible” atau peluru yang dapat pecah bila menumbuk suatu objek.

Metrim yang didampingi keempat rekannya yang menciptakan peluru ini, Albertus Septyantoko, Mochammad Ghulam Isaq Khan, Paiman Jhony, dan Rosena Mardliah, menjelaskan green bullet ini dikembangkan dengan metode metalurgi serbuk. “

Prinsip metode metalurgi serbuk adalah memadatkan serbuk logam dengan tekanan tertentu, kemudian memanaskannya di bawah temperatur lelehnya,” jelasnya.

Metrim memaparkan tahapan proses metalurgi serbuk ialah karakterisasi serbuk yang meliputi ukuran dan distribusi ukuran serbuk, bentuk serbuk, serta komposisi kimia serbuk, serta dry mixing atau pencampuran serbuk material yang tidak mudah korosi (berkarat).

Partikel-partikel logam itu memadu karena mekanisme transformasi massa akibat difusi atom antarpermukaan partikel.

Untuk menciptakan peluru ramah lingkungan ini, ada beberapa hal yang harus diuji terlebih dahulu. Yaitu uji kekerasan dan uji tekan untuk menentukan variabel yang paling optimum.

Pemanasan pun dilakukan pada variabel temperatur 3.000 derajat celcius, 5.000 dejarat celcius, dan 7.000 derajat celcius dengan variabel holding time 0,5 jam, 1 jam, 1,5 jam. Terdapat beberapa pengujian yang dilakukan, yaitu uji kekerasan dan uji tekan untuk menentukan variabel yang paling optimum.

Berdasarkan hasil penelitian, variabel yang optimum yaitu pemanasan sintering pada temperatur 5.000 C danholding time selama satu jam dengan nilai densitas sinter 7,22 gr/cm3, kekuatan tekan 280,45 MPa, dan nilai kekerasan adalah 60,67 HRF.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, metode metalurgi serbuk yang menggunakan variasi temperatur sintering 5.000 derajat celsius dengan waktu tahan satu jam, akan menghasilkan kombinasi sifat mekanik dan sifat fisik yang optimum untuk diaplikasikan pada green bullet yang memiliki frangibility terbaik. “Jadi, peluru terbaik diperoleh dengan menggunakan temperatur sintering sebesar 5.000 derajat celsius,” ungkapnya. (ph/nefosnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL