Caracas, LiputanIslam.com—Presiden  Venezuela Presiden Nicolas Maduro pada Kamis (24/8/17) menegaskan kebutuhan untuk mempersiapkan pertahanan melawan kemungkinan agresi militer AS dalam rangka mempertahankan kedaulatan negara.

Hal itu dikatakan Maduro dalam pertemuan para pemimpin militer Amerika Latin di Lima, Peru, pasca ancaman “opsi militer” yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada Venezuela.

Maduro mengatakan, pemerintahnya memiliki “kewajiban untuk mempertahankan kedaulatan negara.” Ia mengaku tidak merasa akan ada serangan dalam bentuk “invasi militer klasik,” dan sebaliknya ada kemungkinan pemerintahnya diserang “dari dalam” dalam rangka memunculkan situasi invasi yang tidak dikendalikan oleh pihak manapun.

Maduro juga menilai bahwa blokade pengiriman makanan dan obat-obatan ke negaranya sengaja dilakukan untuk memperburuk krisis sebelum invasi.

“[Venezuela] harus mempersiapkan diri agar tidak terkejut [jika terjadi serangan],” kata Maduro.

“Kita harus melawan dengan ketegasan dan keganasan, dengan senjata di tangan, jika harus mempertahankan tanah suci Venezuela,” tegasnya.

Ia menambahkan, Venezuela tidak pernah memiliki niat militeristik dan intervensionis  seperti “negara imperialis” yang  “menggunakan peta dunia di pertemuan mereka untuk menekan negara-negara  yang menguasai sumber daya alam yang penting.” (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL