Caracas, LiputanIslam.com–Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengecam Wakil Presiden AS Mike Pence karena mempertanyakan demokrasi di negara Amerika Selatan itu. Ia menilai, komentar Pence itu “memuakkan.”

“Saya katakan kepada Wapres AS agar keluar dari Venezuela,” ujar Maduro di Caracas pada Kamis (16/7/17), sambil berjanji bahwa “tidak akan ada intervensi imperialis dari pihak asing atau Yankee [orang Amerika],”

Venezuela tengah dirundung kerusuhan anti-pemerintah selama lebih dari dua bulan ini. Bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran anti-pemerintah telah menyebabkan lebih dari 70 orang tewas dan 1.300 lainnya terluka.

Kerusuhan besar-besaran ini pecah setelah Pengadilan Tinggi mencabut kekuasaan parlemen oposisi pemerintah. Keputusan ini kemudian dibatalkan, namun aksi unjuk rasa tak berhenti melawan pemerintahan Maduro.

Dalam acara pertemuan para pemimpin Amerika pada hari Kamis lalu, Pence mengomentari krisis politik yang sedang terjadi di Venezuela. Ia mengatakan, “negara yang dahulu kaya itu telah jatuh ke dalam otoritarianisme dan menyebabkan kemiskinan dan penderitaan kepada rakyat Venezuela.”

Maduro segera merespon komentar ini. Ia menyatakan bahwa Pence “adalah pria yang tidak tahu letak Venezuela di peta, tapi punya opini tentang tanah air kita,”

“Kita bisa mengurusi diri sendiri, meski hasilnya lebih baik atau lebih buruk,” tegasnya.

Maduro menilai, intervensi Washington dalam urusan dalam negeri Venezuela adalah hal yang memuakkan. “Apa yang menjadi di masa depan Venezuela adalah kedamaian, demokrasi dan adanya pemilu-pemilu,”

Pemerintah Caracas menuding aksi unjuk rasa ini disokong oleh Amerika dalam rangka menjatuhkan Presiden Maduro. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL