malaysia allahKualalumpur, LiputanIslam.com — Mahkamah Agung Malaysia pada akhirnya menolak gugatan Gereja Katholik Malaysia untuk membatalkan larangan penggunaan kata “Allah” oleh non-Islam.

Sebagaimana dilaporkan CNN, sebuah tim panel hakim agung di Putrajaya menetapkan bahwa kata “Allah” bukan bagian dari keyakinan Kristen.

Mendengar keputusan itu ratusan orang di luar gedung Mahkamah Agung pun langsung bertakbir.

“Kami bersyukur kepada Allah karena keputusan ini telah sesuai dengan keinginan kami. Kami berharap hal ini tidak lagi menjadi di Malaysia yang melarang agama lain menggunakan kata itu,” kata ketua Perkasa, kelompok konservatif muslim Malaysia, kepada wartawan.

Namun, tidak lama setelah pengumuman keputusan itu, pemerintah mengeluarkan pernyataan bahwa hanya berlaku bagi surat kabar gereja yang menjadi awal mula munculnya isu ini sejak tahun 2007. Kala itu pemerintah Malaysia melarang surat kabar gereja menggunakan kata “Allah”.

Pemerintah mengatakan bahwa penggunaan kata “Allah” tetap diijinkan di dalam gereja.

“Malaysia adalah negara pluralis dan sangat penting bahwa kami mengatur perbedaan kami dengan cara damai, dalam kaitan dengan aturan hukum dan melalui dialog, saling menghargai dan kompromi,” demikian pernyataan pemerintah.

Editor surat kabar gereja “Herald”, pendeta Lawrence Andrew, mengatakan keputusan itu masih belum jelas implikasinya bagi kaum Kristen Malaysia.

Sementara Ketua Federasi Kristen Malaysia Reverend Eu Hong Seng, mengatakan bahwa umat Kristen Malaysia akan terus menggunakan kata “Allah” dalam kitab Injil dan dalam kegiatan-kegiatan gereja.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL