anwar ibrahimKualalumpur, LiputanIslam.com — Mahkamah Agung Malaysia mengukuhkan hukuman kepada pemimpin oposisi Anwar Ibrahim atas kasus sodomi yang didakwakan kepadanya.

Anwar didakwa melakukan tindakan sodomi dengan seorang pembantu prianya pada tahun 2008 lalu. Sodomi merupakan tindakan ilegal di negara yang mayoritas warganya adalah Muslim itu.

Pada bulan Maret 2014 lalu ia dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun oleh pengadilan tinggi setelah pada pengadilan sebelumnya ia dinyatakan bebas. Ia menuduh kasusnya adalah bermotif politik untuk mencegahnya berpolitik.

Anwar yang memimpin kelompok oposisi tiga partai dianggap sebagai kandidat paling potensial untuk melawan dominasi regim Barisan Nasional yang telah berkuasa sejak tahun 1957.

Dalam pembacaan vonisnya Hakim Arifin Zakat mengatakan bahwa “terdapat bukti yang melimpah” tentang kejahatan Anwar. Keputusan itu langsung mengundang kemarahan para pendukung Anwar yang hadir dalam persidangan.

Pada tahun 2008 Anwar didakwa melakukan tindakan sodomi dengan pembantu prianya, namun pengadilan membebaskannya dari tuduhan itu pada tahun 2012. Pemerintah kemudian melakukan banding hingga akhirnya ia dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.

Ini adalah dakwaan sodomi kedua yang dialami Anwar setelah pada tahun 1998 ia juga mendapatkan dakwaana yang sama. Namun kala itu ia dibebaskan dari dakwaan pada tahun 2000.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL