hantu maJakarta, LiputanIslam.com — Ketukan palu Artidjo Alkostar, sang hakim agung kembali menjadi bencana bagi si pesakitan. Kali ini, ia mengabulkan permohonan kasasi dari jaksa penuntut umum sekaligus menolak permohonan dari Aiptu Labora Sitorus, polisi pemilik rekening gendut senilai Rp 1,5 triliun.

Sesuai tuntutan jaksa, Labora dipenjara 15 tahun, dan dikenakan denda yang lebih brat 100 kali lipat dari vonis sebelumnya.

“Putusan MA, mengabulkan kasasi Penuntut Umum, membatalkan putusan PN/PT.
Dan mengadili sendiri: pidana 15 tahun, denda Rp 5 miliar subsider 1 tahun kurungan,” tulis Artidjo melalui pesan tertulis, seperti dilaporkan Kompas.

Sebelumnya, dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Sorong, 17 Februari 2014, majelis hakim meloloskan Labora dari dakwaan kasus pencucian uang. Labora hanya dinyatakan melanggar UU Migas dan UU Kehutanan, karena menimbun bahan bakar minyak dan melakukan pembalakan liar.

Di pengadilan tingkat pertama tersebut, Labora dijatuhi vonis dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan. Atas putusan ini, Labora dan jaksa penuntut umum mengajukan banding.

Kasus ini penarik perhatian khalayak, karena lagi-lagi, di tangan hakim agung baru dirasakan ada keadilan. Muhammad AS Hikam, terkesan dengan keputusan MA tetapi sekaligus bertanya-tanya.

“Putusan kasasi MA terhadap kasus Aiptu Labora Sitorus, cukup mengesankan tetapi, setidaknya bagi saya, juga mulai menimbulkan tanda tanya. Mengesankan, karena lagi-lagi Hakim Agung Dr. Artijo Alkostar dkk memperberat hukuman seorang terpidana tipikor,” tulisnya.

“Tetapi putusan kasasi itu mulai membuat saya bertanya-tanya, karena apakah ini akan menjadi modus bagi pengadilan di negeri ini untuk selalu melemparkan vonis terakhir kepada MA, sehingga Pengadilan Negeri  dan Pengadilan Tinggi bisa seenaknya saja. Bahkan, kalau memakai prasangka kurang baik, jangan-jangan hakim-hakim PN dan PT bisa bermain dengan para terdakwa tipikor tanpa merasa ada tanggungjawab moral sedikitpun. Toh bagi mereka yang penting sudah menjatuhkan vonis. Maka para hakim sontoloyo di PN dan PT bisa kipas-kipas dengan santai karena tidak akan kena masalah dari para terpidana dan pendukung-pendukungnya,” tambahnya. (ph)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL