Arfi'an dan Arie (bersama  Susan Peters, dan CEO GE Indonesia, Handry Satriago). Foto: yess-online.com

Arfi’an dan Arie (bersama Susan Peters, dan CEO GE Indonesia, Handry Satriago). Foto: yess-online.com

Jakarta, LiputanIslam.com--Siapa sangka, insinyur lulusan University of Oxford bisa kalah oleh remaja lulusan SMK? Kedua remaja itu adalah Arfi’an Fuadi dan M. Arie Kurniawan. Kakak beradik ini berhasil menjadi juara pertama dalam 3D Printing Challenge yang diadakan General Electric tahun ini. Mereka berhasil menyisihkan 700 karya dari 50 negara. “Bahkan mereka berhasil mengalahkan peserta dengan gelar Ph.D dari Swedia yang menyabet peringkat kedua dan insinyur lulusan University of Oxford yang meraih juara ketiga.

“Arfi’an dan Arie berhasil mendesain jet engine bracket–salah satu komponen untuk mengangkat mesin pesawat terbang–yang paling ringan dari komponen serupa yang pernah dibuat di dunia,” kata Handry Satriago, CEO General Electric Indonesia, seperti dikutip Tempo (22/7/2014).

Keunggulan jet engine bracket yang didesain oleh Arfi’an dan Arie, ujar Handry, ialah faktor bobot komponen pascaproses pembuatan cetak biru atau prototipe. Jet engine bracket yang ada saat ini memiliki bobot 2 kilogram, sementara jet engine bracket buatan Arfi’an dan Arie hanya berbobot 327 gram atau 84 persen lebih ringan. “Kemampuan untuk menekan berat komponen itu yang menjadi poin plus desain mereka karena sangat efisien,” ujar Handry.

Arfi’an dan Arie adalah lulusan SMA Negeri 7 Semarang dan SMK Negeri 2 Salatiga. Mereka bahkan sudah mendirikan perusahaan bernama DTECH-Engineering sejak lima tahun silam. Perusahaan ini bergerak di bidang mechanical engineering, design optimization/development and product design services. Mereka memulai usahanya dengan modal hanya Rp 1,5 juta, kantornya adalah kamarnya, meminjam berbagai alat dari klien. Namun kini telah melayani klien dari berbagi negara dengan omset milyaran.

“Visi kami simple. Kami ingin bermanfaat sebanyak-banyaknya untuk masyakakat. Karena Indonesia is depend on us. Presiden itu nanti cuma… yah… hahaha… Kita harus ada di global community, namun tidak melupakan negara kita,” ujar Arfi’an dengan percaya diri. Arfi’an juga berkegiatan sosial bersama kegiatan ‘SMK Bisa’, dan aktif meng-coach murid-murid saat mengikuti LKS. (dw/tempo/yess-online.com)

mereka mendirikan DTECH-Engineering, perusahaan bidang mechanical engineering, design optimization/development and product design services. Kerennya, Arie cerita betapa dia nggak pernah minder meski ia lulusan SMK, memulai usahanya dengan modal hanya Rp 1,5 juta, kantornya adalah kamarnya, meminjam berbagai alat dari klien, namun kini telah melayani klien dari berbagi negara dengan omset milyaran. Arie adalah alumni SMKN 2 Salatiga, dan Arfi’an adalah lulusan SMKN 7 Semarang.

“Visi kami simple. Kami ingin bermanfaat sebanyak-banyaknya untuk masyakakat. Karena Indonesia is depend on us. Presiden itu nanti cuma… yah… hahaha… Kita harus ada di global community, namun tidak melupakan negara kita,” ujar Arfi’an yang juga seorang penggiat ‘SMK Bisa’, dan aktif meng-coach murid-murid saat mengikuti LKS.

– See more at: http://yess-online.com/leadership-talkshow-penuh-inspirasi-bersama-ge#sthash.8VwjkYNv.dpuf

mereka mendirikan DTECH-Engineering, perusahaan bidang mechanical engineering, design optimization/development and product design services. Kerennya, Arie cerita betapa dia nggak pernah minder meski ia lulusan SMK, memulai usahanya dengan modal hanya Rp 1,5 juta, kantornya adalah kamarnya, meminjam berbagai alat dari klien, namun kini telah melayani klien dari berbagi negara dengan omset milyaran. Arie adalah alumni SMKN 2 Salatiga, dan Arfi’an adalah lulusan SMKN 7 Semarang.

“Visi kami simple. Kami ingin bermanfaat sebanyak-banyaknya untuk masyakakat. Karena Indonesia is depend on us. Presiden itu nanti cuma… yah… hahaha… Kita harus ada di global community, namun tidak melupakan negara kita,” ujar Arfi’an yang juga seorang penggiat ‘SMK Bisa’, dan aktif meng-coach murid-murid saat mengikuti LKS.

– See more at: http://yess-online.com/leadership-talkshow-penuh-inspirasi-bersama-ge#sthash.8VwjkYNv.dpuf

mereka mendirikan DTECH-Engineering, perusahaan bidang mechanical engineering, design optimization/development and product design services. Kerennya, Arie cerita betapa dia nggak pernah minder meski ia lulusan SMK, memulai usahanya dengan modal hanya Rp 1,5 juta, kantornya adalah kamarnya, meminjam berbagai alat dari klien, namun kini telah melayani klien dari berbagi negara dengan omset milyaran. Arie adalah alumni SMKN 2 Salatiga, dan Arfi’an adalah lulusan SMKN 7 Semarang.

“Visi kami simple. Kami ingin bermanfaat sebanyak-banyaknya untuk masyakakat. Karena Indonesia is depend on us. Presiden itu nanti cuma… yah… hahaha… Kita harus ada di global community, namun tidak melupakan negara kita,” ujar Arfi’an yang juga seorang penggiat ‘SMK Bisa’, dan aktif meng-coach murid-murid saat mengikuti LKS.

– See more at: http://yess-online.com/leadership-talkshow-penuh-inspirasi-bersama-ge#sthash.8VwjkYNv.dpuf

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL