ebolaMonrovia, LiputanIslam.com — Pemerintah Liberia mengumumkan penutupan semua sekolah di negara itu untuk menghambat penyebaran virus ebola yang mematikan. Beberapa kelompok masyarakat juga akan ditempatkan di dalam karantina.

Demikian pernyataan Presiden Ellen Johnson Sirleaf seperti dilaporkan BBC News, Rabu petang (30/7).

Selain itu dalam keputusan tersebut pemerintah juga meliburkan para pegawai pemerintah yang tidak terlalu penting selama 20 hari, dan militer dikerahkan untuk menjaga ketertiban.

“Semua staff yang tidak penting di bawah kementrian-kementrian dan lembaga-lembaga pemerintah, berada di bawah kondisi “libur wajib” selama 30 hari,” kata presiden.

Sejauh ini jumlah korban virus ebola yang tewas di kawasan Afrika barat, menurut laporan PBB, telah mencapai 672 orang.

BBC juga melaporkan, perlengkapan-perlengkapan kesehatan tampak berdatangan ke ibukota Monrovia. Sementara rumah-rumah sakit telah dipenuhi dengan pasien sehingga sebagian pasien harus dirawat di rumahnya sendiri.

Presiden Sirleaf juga mengumumkan hari Jumat (1/8) sebagai hari libur nasional untuk mempermudah proses disinfectanisasi sarana-sarana publik.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL