ebola liberiaMonrovia, LiputanIslam.com — Pemerintah Liberia mencabut status darurat virus ebola setelah kondisi penyebaran virus membaik. Namun peperangan melawan ebola masih tetap berlangsung.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Kamis (13/11) petang, Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf menyebutkan alasan pencabutan status darurat setelah tidak ada lagi peningkatan jumlah penderita infeksi baru.

Sementara itu angka kematian yang telah terkonfirmasi saat ini adalah mencapai 5.160 orang, sebagian berasal dari 3 negara Afrika Barat Liberia, Guinea dan Sierra Leone. Di sisi lain percobaan penanganan virus ebola yang efektif akan dilakukan bulan depan di Afrika Barat.

Kelompok Medicins Sans Frontieres (MSF) atau dikenal juga dengan nama Doctores Without Borders, yang terlibat intensif dalam penanganan ebola mengatakan bahwa 3 pusat penanganan virus ebola miliknya akan melakukan penelitian terpisah tentang pencegahan ebola.

Dalam pidato yang disiarkan ke seluruh negara, Presiden Johnson Sirleaf mengatakan bahwa jam malam akan dikurangi dan pasar-pasar tradisional akan dibuka kembali. Sementara pemerintah juga melakukan persiapan untuk kembali membuka sekolah-sekolah.

Status darurat diterapkan sejak Agustus lalu yang memungkinkan otoritas daerah-daerah hingga ibukota Monrovia, untuk mencegah perpindahan warga di wilayah-wilayah terjangkit virus ebola demi mencegah penyebarannya.

Pencabutan kondisi darurat itu dilakukan setelah organisasi kesehatan dunia WHO mengumumkan bahwa tidak adanya lagi penambahan jumlah penderita virus di Guinea dan Liberia.

Namun beberapa laporan menyebutkan beberapa wilayah baru telah terkena wabah ini di Liberia. Demikian Associated Press melaporkan.

Dalam perkembangan lain MSF mengumumkan pengoperasian 3 klinik penelitian baru, 2 di antaranya di Guinea. Pada salah satu klinik akan diuji keampuhan darah penderita yang berhasil melawan virus ebola dan sembuh, untuk menyembuhkan pasien lain.

“Ini adalah bentuk kerjasama internasional yang tidak pernah terjadi sebelumnya, yang mencerminkan harapan bagi para pasien untuk mendapatkan perawatan yang sebenarnya,” kata jubir MSF Dr Annick Antierens.

Sekitar 400 orang akan terlibat dalam ujicoba ini, dan jika hasilnya positif akan disebarkan ke pusat-pusat penanganan ebola lainnya, diharapkan pada bulan Februari 2015.

Pada bulan September lalu WHO menyebutkan bahwa semua penalitian tentang ebola harus dilakukan dengan cepat.

Sementara itu disebutkan juga oleh BBC tentang telah siapnya 2 vaksin ebola buatan perusahaan farmasi GlaxoSmithKline (GSK) dan Public Health Agency of Canada, untuk menjalani ujicoba pada manusia.

Vaksin GSK tengah menjalani ujicoba di Mali, Inggris dan AS. Sedengkan vaksi buatan Kanada kini tengah diujicoba di AS.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL