pakaian ebolaMontrovia, LiputanIslam.com — Liberia, negara yang paling parah terserang wabah virus ebola mengumumkan kondisi darurat kekurangan kantong mayat yang sangat penting untuk mencegah penyebaran virus mematikan itu.

Sebagaimana dilaporkan CNN, Jumat (17/10), kementrian kesehatan menyebutkan saat ini Liberia memiliki 4.900 kantong mayat. Dalam enam bulan mendatang diperkirakan dibutuhkan 85.000 kantong mayat lagi.

Hal ini menggambarkan situasi yang sangat buruk di Liberia, negara yang paling parah terkena dampak wabah ebola yang telah menewaskan sekitar 2.500 warganya. Minggu ini sebagian besar tenaga medis negara ini melakukan aksi mogok menuntut perbaikan gaji dan fasilitas penanganan virus ebola.

Sejak wabah virus ini merebak Maret lalu, sekitar 9.000 kasus penyakit ini ditemukan dan 2.500 kematian dilaporkan di seluruh dunia, dengan negara-negara Afrika Barat, yaitu Liberia, Guinea, dan Sierra Leone menjadi wilayah paling parah.

Para ahli bahkan memperkirakan jumlah korban akan terus meningkat hingga mencapai 10.000 kasus baru per-minggunya pada akhir tahun ini, jika tidak ada upaya lebih keras untuk menanggulanginya.

Liberia dijadwalkan akan menerima sejumlah perlengkapan medis untuk menangani virus ebola dalam beberapa minggu ini, namun Kemenkes Liberia menyebutkan jumlhanya tidak mencukupi.

Selain kantong mayat, beberapa perlengkapan lainnya yang sangat dibutuhkan Liberia dan dalama kondisi darurat, adalah sarung tangan karet, pakaian penutup, penutup muka, kacamata khusus, sepatu karet, matrass, dan penyemprot tangan.

Kemenkes Liberia menyebutkan pihaknya membutuhkan 2,4 juta kotak sarung tangan karet dalam 6 bulan ke-depan, sementera jumlah yang tersedia hanya 18.000 kotak yang masing-masing berisi 100 pasang. Liberia juga membutuhkan 1,2 pakaian penutup, sementara jumlah yang tersedia hanya 165.000 stel.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL