Lembaran Dakwah Marhamah

Lembaran Dakwah Marhamah

Jakarta, LiputanIslam.com — Guna menangkal meluasnya pengaruh ideologi Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS, Yayasan Sahabat Kita menyebarkan buletin dakwah pada shalat Jumat di salah satu Masjid NU di Jakarta. Lembaran Dakwah Marhamah (LDM), demikian judulnya, meluruskan berbagai propaganda yang merebak di masyarakat.

Dari keterangan Abu Hasan, narasumber Liputan Islam yang berdomisili di Bandung, disebutkan bahwa LDM memberikan informasi seputar ISIS, yang dikatakan sebagai organisasi teror transnasional yang dibetuk oleh Amerika Serikat, guna mendestabilkan kawasan Timur Tengah. (Baca: Pengakuan Hillry Clinton, ISIS Dibentuk Amerika Serikat)

Selain itu, buletin dakwah ini juga mengungkap perbedaan antara Hamas dan ISIS, yang oleh sebagian masyarakat, dipandang sama lantaran melakukan perlawanan dengan senjata. Benarkah demikian adanya?

“Hamas dengan sikapnya yang terbuka, akhirnya mendapatkan sekutu-sekutu dari berbagai negara. Namun tidak demikian dengan ISIS – yang tidak mendapatkan pengakuan dari negara manapun,” demikan keterangan pada artikel.

Lebih lanjut, diterangkan bahwa Hamas menjadikan perlawanan senjata sebagai solusi terakhir. Namun tidak demikian dengan ISIS, yang menggunakan senjata sebagai pemecahan masalah di awal konflik.

Jadi, apa tujuan adanya propaganda, menyamakan Hamas dengan ISIS?

“Fenomena ISIS dimanfaatkan untuk menghantam pejuang-pejuang Palestina. Dengan menyamakan ISIS dan Hamas, maka akan muncul rasa phobia akan Islam dan pejuang Islam. Hal ini akan berimbas dengan berhentinya dukungan untuk pejuang Palestina, sehingga Israel semakin leluasa untuk menghancurkan Palestina dengan dalih membasmi terorisme,” terang LDM.

Peran Iran, Suriah, Hizbullah dalam krisis Palestina.

Dalam salah satu point, juga terdapat kritikan bagi negara-negara Arab yang cenderung diam atas penderitaan rakyat Palestina.

“Dalam situasi diblokade selama lebih dari 7 tahun, Hamas di Jalur Gaza menjalin hubungan baik dengan berbagai negara, yaitu Suriah dan Iran. Ini merupakan langkah pragmatis yang harus dilakukan Hamas, mengingat mayoritas dunia Arab Sunni cenderung tidak banyak bergerak secara kongkrit atas pendudukan Zionis atas Palestina.”

Saat ini, satu-satunya negara Arab mayoritas Sunni yang masih peduli dengan Palestina adalah Suriah. Dalam melawan invasi militer Israel dalam Operation Protective Edge, Hamas menembakkan roket M302 Khaibar buatan Suriah.

Sedangkan Hizbullah dan Iran, juga dikatakan memiliki peran penting dalam membantu perjuangan Hamas.

“Berulang kali agresi Israel atas Gaza, boleh dikatakan Hizbullah Lebanon yang ditopang Iran, mempunyai peran sendiri dalam membantu pertahanan dan perlawanan Gaza. Sejumlah informasi malah menyebut, bahwa modifikasi rudal Hamas dan Jihad Islam, hingga pesawat tanpa awak bernama ‘Ababil’ yang baru ditampilkan beberapa pekan lalu, juga terlahir atas kerjasama Iran dan Hamas.” (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL