anti burqaMelbourne, LiputanIslam.com — Seorang legislator Australia mengajukan RUU Anti-Burqa yang akan menghukum penjara 1 tahun dan denda A$68.000 bagi muslimah yang memakai penutup wajah (burqa).

Sebagaimana laporan BBC News, Minggu (16/11), RUU yang diajukan legislator Jacqui Lambie itu juga menghukum orang yang mengajak orang lain, termasuk anak-anaknya, untk memakai penutup wajah, penjara setengah tahun penjara dan denda A$34.000.

“Prosesnya akan sangat mudah dan sama seperti pelanggaran lalu-lintas yang ditangani polisi,” tulis Herald Sun mengutip pernyataan politisi asal Tasmania dari partai Palmer United Party (PUP) ini.

Menurut politisi wanita ini, aturan ini tidak berlaku untuk mereka yang mengenakan penutup wajah di rumah dan tempat-tempat pribadi, atau di tempat-tempat ibadah, atau dalam acara-acara tradisi.

Merujuk pada UU serupa di Perancis yang dimulai tahun 2011, Lambi mengatakan bahwa UU ini dibutuhkan untuk “alasan keamanan dasar” dan “asimilasi”. Ia menambahkan bahwa tanpa keberanian bertindak, maka “musuh akan menertawakan kita”. Ia menunjuk pada Perancis, Belgia dan Turki yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat.

“Apa yang dibutuhkan adalah legislasi yang sederhana, sebagian orang berani dan bangga dengan budaya Australian,” tambahnya.

Namun beberapa anggota legislatif menyebut bahwa undang-undang semacam itu melanggar konstitusi Australia yang menyebutkan: “Pemerintah tidak boleh membuat UU yang melarang praktik ibadah setiap agama.”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL