congressWashington DC, LiputanIslam.com — Badan legislatif AS (Congress) menyetujui rencana Presiden AS Barack Obama untuk melatih dan mempersenjatai kelompok oposisi “moderat” Suriah guna melawan kelompok ISIS.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Kamis (18/9), mayoritas anggota Congress yang didominasi oleh partai oposisi Republic mendukung rencana Obama memberikan bantuan senilai $500 juta kepada pemberontak Suriah.

Namun, meski mendapat dukungan mayoritas anggota Congress, beberapa politisi “garis keras” mengkritik strategi Obama dan menganggapnya terlalu lemah untuk mengalahkan ISIS. Mereka menghendaki AS menerjunkan pasukan daratnya di Irak dan Suriah.

Sebagian politisi juga meragukan kemampuan pemberontak Suriah untuk memerangi ISIS.

Sebelumnya dalam sebuah kunjungan ke markas komando militer Timur Tengah (Centcom) di Tampa, Florida, Rabu petang (17/9), Obama juga menegaskan kambali untuk tidak akan menerjunkan pasukan daratnya di Irak dan Suriah.

Setelah bertemu dengan para pejabat militer di sana, Obama berpidato di hadapan pasukan AS dengan menyebutkan bahwa “pasukan AS yang telah dikirimkan ke Irak tidak akan melakukan misi perang.”

Sejak pertengahan Agustus lalu AS telah menggelar 174 serangan udara terhadap kelompoi ISIS di Irak. Dalam serangan terakhir pada hari Selasa (16/9), AS berhasil menghancurkan beberapa kendaraan militer ISIS di Irbil dan di dekat Baghdad.

Pernyataan Obama ini hanya berselang sehari setelah Kastaf Gabungan AS Jendral Martin Dempsey mengatakan akan mempertimbangkan pengerahan pasukan darat AS untuk memerangi ISIS, jika serangan udara mengalami kegagalan.

Di sisi lain PM Irak Haider al-Abadi dengan tegas menolak pasukan darat asing terlibat dalam peperangan di Irak.

“Kami tidak menginginkan mereka. Kami tidak akan mengijinkan mereka (pasukan darat asing),” kata Abadi kepada Associated Press baru-baru ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL