NY

New York, LiputanIslam.com — Tim penyelamat bekerja di tengah angin kencang, suhu dingin dan asap mengepul untuk menarik empat mayat dari puing-puing yang berasal dari dua bangunan apartemen Manhattan. Menurut Associated Press, korban tewas kini mencapai tujuh orang akibat dari kebocoran gas yang memicu ledakan.

Ledakan Rabu pagi (12/3) di East Harlem melukai lebih dari 60 orang, dan tim penyelamat masih melanjutkan pencarian hari ini. Tim penyelamat menggunakan lampu sorot bertenaga generator dan kamera thermal imaging untuk mengidentifikasi titik-titik panas  badan atau kantong api. “Ini adalah pekerjaan yang sulit, pekerjaan yang penuh tantangan,” kata juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran.

Ledakan api terjadi sekitar pukul 09:30 waktu setempat, sekitar 15 menit setelah warga disekitar lokasi melaporkan bau gas yang tajam. Sayangnya petugas terlambat merespon. Saat mereka tiba di lokasi, asap sudah membumbung tinggi ke langit dan warga berhamburan ke jalan untuk menyelamatkan diri.

“Rasanya seperti gempa bumi telah mengguncang seluruh bangunan,” kata Waldemar Infante, seorang saksi yang tengah berada di dekat lokasi. “Ada pecahan kaca di mana-mana, dan semua toko di sekitar kejadian yang berjendela kaca, dipastikan pecah.” tambahnya. Pada Rabu malam, Palang Merah Amerika menyediakan makanan untuk lebih dari 130 orang yang tinggal di tujuh bangunan yang terkena dampak ledakan.

Ledakan akibat tabung gas sangat sering terjadi berbagai tempat, termasuk Indonesia. Karenannya, masyarakat yang menggunakannya harus lebih meningkatkan kewaspadaan dan sigap mengambil tindakan jika menemukan gejala-gejala yang tidak biasa, seperti bau menyengat yang berasal dari tabung. (LiputanIslam.com/af)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*