ledakan kairoTiga ledakan hebat mengguncang Kairo Jumat pagi waktu setempat (24/1), menewaskan sedikitnya 5 orang dan melukai puluhan orang. Satu bom di antaranya menghantam markas kepolisian Kairo dan menewaskan 4 orang. Bom kedua meledak di stasion kereta metro menewaskan seorang warga dan melukai 9 orang lainnya. Sebuah ledakan lainnya terjadi di dekat kantor polisi distrik Giza, Kairo. Demikian keterangan pejabat kepolisian dan kementrian kesehatan Mesir.

Serangan-serangan tersebut terjadi hanya sehari sebelum polisi dikerahkan ke ibukota untuk mengantisipasi ulangtahun ketiga revolusi penggulingan regim Hoesni Mubarak tahun 2011. Ikhwanul Muslimin dan kalangan Islamis menyerukan aksi demonstrasi besar-besaran untuk menyambut peristiwa itu. Kelompok terafiliasi Al Qaida, Ansar Beit al-Maqdis, mengaku bertanggungjawab atas serangan ini.

“Mereka tidak menginginkan rakyat merayakan hari ulang tahun 25 Januari,” kata Mendagri Mohammed Ibrahim tentang serangan-serangan tersebut.

Jubir kementrian dalam negeri Hany Abdel Latif mengatakan kepada kantor berita Perancis AFP bahwa di antara korban yang tewas dalam serangan terhadap markas kepolisian adalah 3 orang polisi dan seorang pegawai sipil, 51 orang lainnya mengalami luka-luka.

Seorang saksi mata serangan di markas kepolisian mengatakan bahwa sebuah mobil yang diduga berisi bom, menabrak pagar besi yang mengelilingi gedung kantor kepolisian sebelum meledak. Seorang saksi lainnya mengatakan ledakan terjadi pada pukul 6.15 pagi.

Sementara itu kantor berita Inggris “Reuters” melaporkan terjadinya tembak-menembak tidak lama setelah terjadinya ledakan sementara serpihan ledakan berserakan hingga ratusan meter dari tempat ledakan. Media Mesir menyebutkan beberapa pengendara motor melepaskan tembakan ke arah kantor polisi yang hancur, tidak lama setelah terjadinya ledakan.

Meski masih belum jelas pelaku serangan tersebut, namun sebagian publik Mesir mencurigai kelompok Ikhwanul Muslimin berada di balik serangan tersebut. Sebagian massa yang berkumpul di sekitar ledakan mengibar-kibarkan bendera Mesir sementara sebagian lainnya membawa spanduk berisi dukungan kepada Jendral Fattah al Sisi , pemimpin kudeta militer terhadap pemerintahan Ikhwanul Muslimin pimpinan Mohammad Moersi tahun lalu. Sementara sebagian massa lainnya melontarkan kecaman kepada Ikhwanul Muslimin.

Ikhwanul Muslimin membantah terlibat dalam serangan-serangan bom yang marak terjadi setelah penggulingan Moersi, namun pemerintah Mesir menetapkannya sebagai organisasi teroris setelah terjadinya serangan bom yang menewaskan 15 orang pada bulan Desember 2013 lalu.

Serangan ini menyusul terjadinya serangan yang menewaskan 5 orang polisi di sebuah pos penjagaan di selatan Kairo pada hari Kamis (23/1).(CA/al-akhbar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL