pakistan blastPeshawar, LiputanIslam.com — Sebuah bom meledak di pinggir sebuah jalan di wilayah barat laut Pakistan, Rabu (5/3), menewaskan 3 tentara Pakistan.

Petugas kepolisian menjelaskan bahwa ledakan tersebut merupakan aksi kekerasan paling baru yang terjadi di negara itu semenjak gencatan senjata yang telah disepakati pemerintah dan pemberontak Thaliban dimulai.

Ledakan terjadi ketika sebuah bom rakitan menghantam konvoi pasukan penjaga perbatasan (Frontier Corp) saat bergerak dari Hangu menuju Distrik Kurram, satu di antara 7 area pedalaman berbatasan Pakistan yang dikuasai para militan.

Seorang petugas kepolisian di Peshawar, kota utama di barat laut Pakistan, mengatakan pada AFP bahwa ledakan tersebut menewaskan 3 orang tentara dan melukai 11 lainnya. Petugas kepolisian yang lain mengatakan bahwa korban bisa saja bertambah karena seorang korban berada dalam kondisi kritis.

Belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Baik gerilyawan asing Thaliban maupun geriyawan Thaliban asli Pakistan terkait al-Qaeda, beroperasi di area pedalaman Pakistan tersebut. Gerilyawan Thaliban asli Pakistan telah mengibarkan bendera pemberontakan berdarah melawan pemerintah. Puluhan ribu jiwa telah melayang demi memaksakan ideologi Islam garis keras mereka.

Perdana Menteri Nawaz Sharif telah melakukan dialog dengan para militan Thaliban, namun kemudian dialog tersebut ditangguhkan seiring dengan terus berlangsungnya serangan Thaliban.

Thaliban mengumumkan gencatan senjata selama sebulan penuh untuk melanjutkan dialog dengan pemerintah, namun sebelumnya pada hari Senin (3/3), aksi bom bunuh diri dan penembakan terjadi di gedung pengadilan di Islamabad. Salah satu sempalan dari kelompok ini diperkirakan mendalangi serangan yang menewaskan 11 orang ini.(lb/liputanislam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*