bom abujaAbuja, LiputanIslam.com — Serangan bom mengguncang ibukota Nigeria, Abuja, Rabu (25/6), menewaskan setidaknya 21 orang dan melukai 52 oragn lainnya.

Ledakan yang terjadi di komplek bisnis favorit warga ibukota di Banex Plaza, Distrik Wuse itu terdengar hingga beberapa kilometer dan menimbulkan asap tebal di udara.

Menurut laporan BBC, dengan mengutip sumber kepolisian, seorang tersangka telah ditangkap. Namun tidak ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan itu meski kelompok teroris Boko Haram dicurigai sebagai pelakunya sebagaimana beberapa aksi serangan serupa yang terjadi sebelumnya.

Wartawan BBC menghitung ada 12 mayat di rumah sakit Maimata yang terletak beberapa kilometer dari ledakan. Sementara dokter dan perawat berusaha mengobati mereka yang terluka, dan aparat keamanan menjaga rumah sakit dari orang-orang yang hendak melihat kerabatnya yang menjadi korban.

“Kami mendengar suara yang sangat keras dan gedung tergoncang, dan orang-orang berlarian keluar sambil berteriak. Kami melihat asap dan orang-orang berlumuran darah. Ini benar-benar bencana,” kata seorang saksi kepada BBC.

Wilayah yang terkena serangan tengah dipenuhi orang-orang yang tengah berbelanja. Sejumlah mobil yang parkir pun mengalami kerusakan.

Seorang saksi mengatakan kepada BBC bahwa pengemudinya tewas di dalam mobil yang tengah parkir, saat ia tengah berbelanja.

“Saya tengah berada di gedung saat merasakan lantai terguncang. Saya melihat sopir saya tewas dan banyak korban lainnya.”

Jubir pemerintah Mike Omeri membenarkan terjadinya serangan bom.

Boko Haram sebelumnya telah melakukan beberapa serangan di ibukota Abuja, namun sebagian besar terjadi di kawasan pinggiran kota. Pada bulan April, lebih dari 70 orang tewas oleh serangan bom yang dilakukan Boko Haram di sebuah halte bus di luar kota Abuja.

Kelompok ini juga berada di balik serangan bom di terminal bus di luar kota Abuja yang menewaskan 19 orang bulan Mei lalu, serta serangan bom atas kantor perwakilan PBB di Abuja tahun 2011.

Boko Haram menjadi perhatian dunia sejak bulan April lalu setelah menculik lebih dari 200 pelajar sekolah menengah putri di kota Chibok. Hingga saat ini para pelajar itu masih belum dibebaskan, meski pemerintah mengaku telah mengetahui keberadaan mereka.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL