bangkok bombingBangkok, LiputanIslam.com Sebuah ledakan besar menyebabkan dua orang tewas dan puluhan lain luka-luka di pusat perbelanjaan Big C Ratchadamri, Bangkok, Minggu (23/2). Petugas melaporkan korban tewas adalah seorang anak berusia 12 tahun dan seorang wanita berusia 40 tahun.

Menurut Erawan Medical Center, 24 orang terluka akibat serangan, termasuk tiga anak yang terluka parah.

“Seorang anak yang kami perkirakan berumur empat tahun telah meninggal karena cidera akibat ledakan. Seorang anak sedang dioperasi dan yang ketiga saat ini masih berada di unit gawat darurat kami,” ungkap seorang suster di Rumah Sakit Ramathibodi kepada wartawan Reuters.

Ledakan terjadi bersamaan dengan demo anti pemerintah yang berlangsung berdekatan dengan tempat kejadian.

Belum jelas siapa pelaku pemboman, namun peristiwa terjadi beberapa jam setelah para pendukung Perdana Menteri Yingluck Sinawatra berencana melakukan tindakan tegas terhadap para demonstran anti-pemerintah yang telah melumpuhkan kota selama beberapa bulan terakhir.

Salah satu pemimpin Front Persatuan Demokrasi melawan Kediktatoran (UUD)  yang pro pemerintah, Jatuporn Prompan, bersumpah untuk “memberi pelajaran” kepada pemimpin massa anti pemerintah Suthep Tsaugsuban dan para pendukungnya. Pernyataan itu diungkapkan setelah peristiwa serangan terhadap demonstran di distik Khao Shaming, Provinsi Trat, Sabtu malam lalu (22/2).

Dalam pernyataannya di jejaring sosial Facebook, PM Yingluck sendiri mengutuk serangan tersebut,

“Saya sangat mengutuk kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini karena telah merenggut nyawa anak-anak tak bersalah,” ungkapnya. ”Kekerasan yang terjadi adalah aksi terorisme demi keuntungan politik tanpa memperdulikan nyawa manusia,” tambahnya.

Kubu Yingluck dan Suthep saling menyalahkan atas peristiwa pemboman yang terjadi. Demonstrasi di Thailand kali ini adalah yang terburuk semenjak 2010 ketika kelompok kaos merah pendukung Thaksin melumpuhkan Bangkok untuk menyingkirkan pemerintahan Partai Demokrat yang sekarang berada dalam oposisi.(lb/reuters/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL