anak-anak ASWashington, LiputanIslam.com–Sebuah laporan di AS memberitahukan fakta yang memprihatinkan. Lebih dari lima juta anak-anak di AS memiliki orangtua di penjara, yang mengakibatkan hasil pendidikan yang buruk, masalah ekonomi dan psikologis pada anak-anak tersebut.

“Di Amerika Serikat terjadi penahanan massal, jutaan anak-anak menderita akibat sikap keras terhadap kejahatan yang dilakukan di negeri ini,” demikian laporan The Annie E. Casey Foundation.

Laporan itu menemukan dalam empat dekade terakhir, jumlah anak dengan ayah di penjara atau pernah dipenjara pada masa kecil mereka naik 500 persen. Kenaikan tajam terjadi seiring dengan munculnya undang-undang yang memberikan masa penahanan yang sangat lama untuk kasus kepemilikan narkoba dan penahanan untuk kejahatan tingkat rendah.
Bagi anak-anak di bawah 10 tahun, keadaan ini menciptakan ketidakstabilan dan masalah besar. Ketika ayah dipenjara, pendapatan keluarga akan berkurang rata-rata 22 persen, sehingga banyak keluarga yang meminta bantuan dari dana sosial, seperti kupon makanan.

“Para ibu tidak mampu memenuhi kebutuhan seperti makanan, sewa rumah, dan perawatan medis bagi anak-anak mereka,” kata laporan itu.

Laporan ini merekomendasikan agar sekolah-sekolah melakukan program khusus bagi penanganan mental anak-anak yang orangtuanya dipenjara, pemerintah memberikan bantuan keuangan, perawatan anak, bantuan hukum, dan kesehatan dan bantuan perumahan kepada anak-anak dan ibu mereka. Selain itu, para tahanan perlu diberi akses untuk pelatihan kejuruan, agar para narapidana bisa mendapatkan pekerjaan setelah bebas. (dw/RT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL