drone predatorWashington, LiputanIslam.com — AS telah kehilangan lebih dari 400 pesawat tanpa awak (drone) yang jatuh sejak tahun 2001. Namun tidak disinggung tentang drone siluman RQ-170 Sentinel yang ditangkap oleh Iran tahun 2011.

Demikian laporan invesigasi The Washington Post yang digelar selama setahun, sebagaimana dikutip oleh kantor berita Iran, PressTV, Sabtu (21/6).

“Drone-drone militer telah jatuh di atas rumah, ladang, landasan pacu, jalan tol, parit, dan dalah satu kasus menabrak pesawat transport Air Force C-130 Hercules di udara,” tulis Washington Post dalam laporan eksklusifnya hari Jumat (20/6).

Menyebut dokumen investigasi kecelakaan setebal 50.000 halaman dan dokumen-dokumen lain yang diperoleh berdasar UU Kebebasan Informasi, laporan itu menyebutkan bahwa ratusan drone jatuh karena masalah pengendalian, termasuk kesalahan mekanis, human error, cuaca dan faktor-faktor lainnya.

Laporan juga menyebutkan bahwa dari 418 kecelakaan yang diketahui antara 11 September 2001 hingga akhir tahun 2013, terdapat 194 insiden yang disebut “Class A”, yaitu kecelakaan yang menimbulkan kerugian lebih dari $2 juta.

“Semua yang saya lihat adalah tenda-tenda, dan saya khawatir telah menewaskan seseorang,” kata Mayor Richard Wageman kepada penyidik tentang insiden yang terjadi bulan November 2008, ketika ia kehilangan kontrol atas drone Predator yang jatuh di pangkalan militer AS di Afghanistan.

Menurut laporan itu terjadi 67 kecelakaan drone di Afghanistan, 41 di Iraq, dan 47 di wilayah AS sendiri terutama dalam penerbagnan ujicoba.

Laporan menyimpulkan perlunya memperhatikan faktor keselamatan dalam operasi-operasi drone yang kini menjadi semakin penting kedudukannya dalam kemiliteran AS.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL