bank sentral indiaNew Delhi, LiputanIslam.com — Lebih dari Rp 100 triliun, atau tepatnya $8,8 miliar uang penjualan minyak Iran masih tertahan di India akibat sanksi keuangan yang diterapkan AS dan sekutu-sekutunya terhadap Iran. Di bawah tekanan AS, India menahan pembayaran minyak yang diimpornya dari Iran.

Kantor berita Iran Press TV, mengutip Jubir Bank Sentral Iran Mohammad Baqer Nobakht, Sabtu (16/5), menyebutkan bahwa jumlah hutang India itu terus menumpuk akibat impor minyak India dari Iran sebesar 1 juta barrel per-hari, di bawah sebuah perjanjian nuklir.

Nobakht mengatakan bahwa sejumlah besar uang penjualan minyak Iran terperangkap di sejumlah rekening bank di luar negeri, yang pencairannya hanya bisa dilakukan jika sanksi terhadap Iran akibat program nuklir Iran, dicabut.

Para diplomat Iran kini tengah terlibat negosiasi alot dengan negara-negara barat untuk mencabut sanksi-sanksi yang oleh Iran dikecam sebagai ‘tidak adil’ dan ‘tiranis’.

“Kekuatan-kekuatan super power dan arogan dunia (AS dan sekutu-sekutunya) ingin mempermalukan dan memecah belah negara ini (Iran),” kata Nobakht kepada kantor berita Iran IRNA di kota Shahr-e Kord.

Pada hari Kamis (14/5) media-media Iran melaporkan bahwa Dubes India untuk Iran telah menemui para pejabat kementrian perminyakan Iran untuk membahas pencairan uang Iran.

Iran merupakan mitra perdagangan strategis bagi India yang sangat tergantung pada minyak Iran. Namun India juga sekutu strategis AS, dan para pengamat menyebut India telah ‘bermain di dua kaki’. Selain menahan pembayaran minyak Iran, India juga membatalkan proyek pembangunan pipa minyak yang menghubungkan Iran dengan India melalui Pakistan.

Bulan ini India dan Iran menandatangani kerjasama pengembangan pelabuhan Chabahar di Iran yang akan memberikan India akses darat-laut ke pasar Timur Tengah dan Eropa tanpa melalui Pakistan yang merupakan saingan India. Namun di mata para pengamat, India dikenal lambat dalam merealisasikan kerjasamanya dengan Iran. Demikian Press TV menyebutkan.

Wakil Menteri Perminyakan Iran Abbas Sheri-Moqaddam mengatakan bahwa India telah menawarkan untuk membangun pabrik petrokimia di Iran dengan imbalan Iran menjual gasnya ke India dengan harga 2 sen dollar per-kubik meter.

“Kami katakan kepada mereka bahwa kami tidak punya gas seharga 2 sen,” kata Sheri-Moqaddam, yang juga CEO National Petrochemical Company.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL