thailandBangkok, LiputanIslam.com — Lebih dari 100 situs internet telah diblokir oleh pemerintahana militer Thailand sejak melakukan kudeta minggu lalu.

Sebagaimana dikutip Tech In Asia, Senin (26/5), Information and Communication Technology (ICT) Thailand telah men-“tup” lebih dari 100 URL atau alamat situs di internet yang dianggap sebagai “ancaman” setelah terjadinya kudeta. Situs-situs itu kebanyakan dinilai berisi konten yang provokatif, menghina, atau melanggar hukum.

Selain situs, pergerakan di media sosial juga diawasi dengan ketat. Bahkan jika ada komentar, kritik, atau protes dari masyarakat, halaman Facebook pengguna bisa langsung diblokir.

Beberapa Internet Service Provider (ISP) juga dipanggil oleh militer sejak pekan lalu. Jika digabungkan dengan Cyber Security Center (CSOC) yang dilakukan pada Desember 2011 lalu, berarti sudah ada 20 ribu URL yang diblokir di Thailand hingga saat ini.

Raja Lantik Jenderal Prayut Sebagai Perdana Menteri

Sementara itu hari Senin kemarin (26/5) Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, secara resmi menunjuk junta militer Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Prayut Chan-ocha sebagai kepala pemerintahan baru menyusul kudeta pada Kamis minggu lalu (15/5).

“Demi mengembalikan perdamaian dan menjaga keutuhan negara, raja menunjuk Jenderal Prayut Chan-ocha sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional dan pemegang kekuasaan pemerintahan,” bunyi pernyataan dari kantor kerajaan.

Pernyataan itu menerangkan, Prayut telah diperingatkan oleh Kerajaan bahwa kekerasan di Bangkok dan tempat lainnya di negeri itu sepertinya kian merebak dan boleh jadi akan mengganggu keamanan nasional.

“Saya bersumpah bahwa saya akan melaksanakan tugas dengan penuh kejujuran,” ucapnya usai pelantikan seraya menambahkan, “Kami berharap berbagai masalah akan segera dipecahkan agar supaya kami dapat kembali ke sistem demokrasi yang benar.”(ca/tempo/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL