pelajar filipinaManila, LiputanIslam.com — Lebih dari seribu anak murid sekolah dasar dan sekolah menengah jatuh sakit karena keracunan permen di beberapa kota di Filipina selatan. Demikian pejabat kesehatan Filipina menyebutkan.

Sekitar 1.350 murid sekolah di 9 kota di Provinsi Surigao del Sur harus menjalani perawatan di rumah-rumah sakit pada Jumat malam (10/7), demikian sebagaimana dilaporkan Press TV, Sabtu (11/7).

Gubernur Surigao del Sur, Johnny Pimentel, mengatakan kepada AFP bahwa para murid tersebut mengeluh sakit perut, diare, muntah-muntah dan sakit kepala. Sebagian besar mereka telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan perawatan, sementara 250 lainnya masih harus menginap di rumah sakit, kata Pimentel.

Polisi telah menahan setidaknya 9 orang yang dianggap bertanggungjawab atas insiden itu. Mereka diketahui telah menjual permen dengan mobil van saat murid-murid keluar beristirahat.

Pimentel menambahkan, aparat kepolisian tengah menyelidiki apakah permen tersebut kadaluarsa, atau sengaja diolesi dengan racun.

“Para tersangka itu sengaja menjualnya ke anak-anak sekolah. Mereka berkeliling di 9 kota sepanjang hari untuk menjual permen,” kata Pimentel.

Polisi masih menyelidiki motif mereka berjualan permen sejauh 300 km dari kota asal mereka. Namun sejauh ini para tersangka membantah telah sengaja meracuni dagangannya.

Polisi mengatakan permen yang dijual itu dicampur dengan aroma buah durian yang menarik. Filipina selatan adalah wilayah penghasil durian.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL