ukraine defectorMoskow, LiputanIslam.com — Lebih dari 300 prajurit Ukraina telah menyeberang ke Rusia dalam beberapa hari terakhir di tengah offensif militer Ukraina dan kini pemerintah Ukraina tengah membujuk Rusia untuk mengembalikan mereka.

Sebagaimana laporan BBC News, Selasa (5/8), jubir keamanan Ukraina Andriy Lysenko menyebutkan lebih dari 300 tentara Ukraina telah menyeberang ke Rusia dalam beberapa hari terakhir melalui pos penjagaan Gukovo di Ukraina timur.

“Kami tengah mencoba mendapatkan mereka kembali melalui jalur diplomatik,” kata Lysenko.

Lysenko membantah pasukan Ukraina tersebut telah membelot. Ia juga membantah laporan beberapa tentara Ukraina tertangkap oleh para separatis.

Sebelumnya pejabat militer Rusia menyebutkan sebanyak 438 Ukraina telah mendapatkan perlindungan di Rusia sebagai “pembelot”.

Area perbatasan kedua negara menjadi wilayah yang “panas” di tengah-tengah tuduhan Ukraina bahwa Rusia telah melakukan serangan roket terhadap posisi-posisi militer Ukraina dan bantuan senjata mereka terhadap pemberontak.

Seorang pejabat militer lainnya mengatakan sekelompok prajurit Ukraina telah menyeberang ke Rusia setelah mereka kehabisan amunisi dan perbekalan dalam pertempuran. Mereka berasal dari satuan Brigade Mekanik ke-72.

Latihan Militer Rusia
Sementara itu Rusia, Selasa kemarin (5/8) mengumumkan akan menggelar latihan tempur udara di dekat perbatasan. Sekitar 100 pesawat tempur akan berpartisipasi dalam latihan itu, demikian pernyataan pejabat Rusia.

Jubir kemenhan Rusia menyebutkan latihan tempur tersebut melibatkan beberapa pesawat tempur canggih Rusia seperti pesawt tempur Su-27 dan MiG-31, helikopter tempur Mi-24 dan Mi-28, serta pesawat pembom terbaru Rusia Sukhoi Su-34.

Pejabat tersebut mengatakan kepada kantor berita Interfax bahwa latihan ditujukan untuk meningkatkan “kekompakan” AU Rusia. Namun tentu saja secara politis latihan tersebut ditujukan untuk menunjukkan kekuatan Rusia dan kesiapannya menghadapi konflik yang meluas. Demikian laporan BBC.

Sementara itu kemenlu Rusia menuduh Ukraina telah menempatkan rudal-rudal taktis dan peluncur-peluncur roket di sekitar kota Donetsk yang mulai terkepung oleh pasukan Ukraina.

Menghadapi kepungan itu penduduk di Donetsk dikabarkan mulai menimbun perbekalan dan tidur di ruang bawah tanah. Donetsk dan Luhansk adalah 2 kota utama yang menjadi pusat perjuangan para separatis pro-Rusia.

Sementara itu lebih dari 100 ahli forensik dari Belanda dan Australia terus melakukan pencarian sisa-sisa jenasah korban pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di wilayah konflik pada tanggal 17 Juli lalu bersama 298 penumpang dan awaknya yang dipastikan tewas.

Mayat dari 200 lebih jenasah korban telah dikirim ke Belanda oleh Ukraina untuk diidentifikasi. Namun masih ada sekitar 80 jenasah lainnya yang masih belum ditemukan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL