russian-defense-minister-sergei-shoiguMoskow, LiputanIslam.com — Sebagian besar personil militer Ukraina yang bertugas di Krimea memilih bergabung dengan Rusia daripada berpindah ke negara induknya, Ukraina. Demikian keterangan Menhan Rusia Sergey Shoigu dalam pertemuan keamanan di Moskow, Jumat (4/4).

“Hingga saat ini lebih dari 8.000 mantan personil militer Ukraina telah mengajukan dokumen-dokumen untuk menjadi warganegara Rusia,” kata Shoigu sebagaimana dikutip RIA Novosti, hari ini.

“Sekitar 3.000 dari mereka telah disetujui permohonannya. Kini kami tengah mengupayakan mereka untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi militer Rusia,” kata Shoigu di hadapan para pejabat militer.

Secara khusus ia mendesak dilakukannya pembangunan perumahan dan rumah sakit untuk mengakomodasi penggabungan tersebut.

Menurut Shoigu, jumlah total personil militer dan keluarga mereka yang membutuhkan perawatan medis akan mencapai angka 120.000 tidak terlalu lama lagi.

Shoigu juga berjanji bahwa pemerintah akan melakukan pembelian senjata dari perusahaan-perusahaan senjata di Krimea, terutama yang bergerak di bidang elektronik, pembuatan pesawat terbang, dan pembuat kapal.

Pada awal 2014,  jumlah personil militer Ukraina di Krimea antara 14 ribu sampai 15 ribu personil. Setelah dilakukan referendum tgl 16 Maret, sebagian besar dari mereka termasuk komandan AL Ukraina Rear Admiral Denis Berezovsky, menyatakan keinginan mereka untuk tetap tinggal di Krimea.

Akhir Maret lalu Shoigu mengumumkan wilayah Krimea sebagai daerah militer baru.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL