latihan terorisme indiaNew Delhi, LiputanIslam.com — Kaum Muslim India marah setelah pemerintah negara bagian Gujarat menggelar latihan pemberantasan terorisme yang melibatkan orang-orang berpakaian Muslim. Mereka menyebut latihan ini sebagai tindakan yang “kurang ajar” dan “patut dikutuk”.

Seperti dilansir BBC News, Jumat (2/1) petang, dalam sebuah video yang beredar tentang latihan pemberantasan terorisme di kota Surat, Gujarat, tampak para “teroris” mengenakan pakaian Muslim dan meneriakkan “Islam Zindabad” (Hidup Islam). Hal ini kontan memicu kemarahan kaum Muslim.

Para pengkritik menyebut video ini sengaja mempersepsikan kaum Muslim, yang populasinya mencapai 14% dari 1,2 miliar penduduk India, sebagai teroris.

Setelah video itu muncul di televisi-televisi India, Perdana Menteri Gujarat Anandiben Patel mengakui bahwa latihan itu sebagai “kesalahan”.

“Adalah salah mengkaitkan agama dengan terorisme. Isu ini telah diselesaikan dan masalah ini harus dihentikan sekarang. Kesalahan ini telah diperbaiki,” kata Patel.

Gujarat adalah negara bagian yang dipimpin oleh Perdana Menteri India dari partai militan Hindu BJP, Narendra Modi, ketika pada tahun 2002 terjadi kerusuhan anti-Muslim yang menewaskan sekitar 1.000 warga Muslim di sana.

Awalnya polisi berusaha mengelak dari tuduhan, menyebut pakaian Muslim itu digunakan untuk “membuat tampilan yang berbeda”, namun kemudian mengakui kesalahan dan meminta ma’af dengan menyebut hal itu sebagai “situasi yang tidak bisa dihindarkan”.

“Ini adalah kesalahan dan tidak boleh terjadi lagi,” kata Kepala Kepolisian Surat, Pradeep Sejul.

Kepolisian di Narmada mengatakan akan melakukan penyelidikan atas insiden ini.

“Kami akan melakukan penyelidikan untuk melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan terhadap mereka yang bertanggungjawab,” kata kepala kepolisian Jaypalsinh Rathore kepada Press Trust of India.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL