muslim uighurBeijing, LiputanIslam.com — Institusi pendidikan Islam terkemuka Al-Azhar Mesir mengecam pemerintah Cina yang membatasi orang menjalankan puasa selama bulan Ramadhan di Provinsi Xinjiang yang mayoritas penduduknya muslim.

Pemerintah Cina melarang pegawai negeri sipil, pelajar dan guru di Xinjiang menjalankan puasa selama Ramadhan mulai Kamis (18/6) dan memerintahkan restoran-restoran untuk tetap buka.

“Al-Azhar dan imam besar Ahmed al-Tayeb, mengutuk larangan pemerintah Cina terhadap umat muslim untuk menjalankan puasa dan menunaikan ritual-ritual keagamaan mereka selama Ramadhan di Xinjiang,” kata Al-Azhar seperti dikutip AFP dan dilansir Antara, Jum’at (19/6).

“Al-Azhar menolak segala bentuk penindasan yang diterapkan kepada muslim Uighur di Cina yang mempengaruhi hak beragama mereka dan kebebasan pribadi mereka,” kata lembaga muslim terkemuka itu seraya menuntut komunitas internasional, PBB dan kelompok-kelompok HAM mengakhiri pelanggaran ini.

Selama bertahun-tahun pemerintah Cina yang atheis komunis membatasi praktik beribadah di Xinjiang yang kebanyakan dihuni warga minoritas muslim Uighur.

Cina beralasan menghadapi ancaman teroris di Xinjiang yang dikambing-hitamkan kepada “ekstremisme keagamaan.”

Para pembela hak-hak sipil warga Uighur mengungkapkan pembatasan yang dilakukan Cina di Xinjiang ini telah meningkatkan ketegangan etnis di sana sehingga terjadi bentrok yang menewaskan ratusan orang dalam beberapa bulan terakhir, demikian AFP.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL