GP AnsorSurabaya, LiputanIslam.com — Guna menangkal meluasnya pengaruh ISIS di Indonesia, Jawa Timur melakukan terobosan dengan membuat Peraturan Gubernur (Pergub) yang melarang gerakan ISIS.

Pergub tentang Larangan ideologi dan gerakan Negara Islam Irak dan Suriah di wilayah Jatim resmi ditandatangani Gubernur Jatim, Soekarwo, Selasa 12 Agustus 2014. (Baca: Warga Lamongan Jadi Bomber Bunuh Diri ISIS)

Dalam Pergub nomor 51 tahun 2014 tentang Larangan Keberadaan Gerakan ISIS tersebut dijelaskan, bahwa keluarnya Pergub didasarkan pada pertimbangan:

Pertama, keberadaan gerakan ISIS yang berkembang menjadi Islam State (IS) bertentangan dengan ideologi Pancasila dan Kebhinekaan Negara Republik Indonesia.

Kedua, Pemprov Jatim 7 Agustus 2014 lalu telah mengadakan rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para ulama, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, Pengurus Wilayah Muhammadiyah, perguruan tinggi, yang mendukung Pemprov Jatim untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap keberadaan ISIS.

“Berdasarkan itu, maka untuk mencegah berkembangnya paham ISIS di Jatim, Peraturan Gubernur tentang Larangan Keberadaan Gerakan ISIS di Jatim perlu ditetapkan. Dan barusan, Pergubnya sudah saya tandatangani,” tegas Gubernur Soekarwo.

Ribuan Kader GP Ansor Jember Tangkal Gerakan ISIS

Sementara itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jember, Jawa Timur menerjunkan 2.480 kadernya ke seluruh desa se-Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk menangkal gerakan radikal ISIS.

“Jumlah desa se Kabupaten Jember ada 248 desa, di masing-masing desa kami terjunkan sepuluh orang,” kata Ketua PC GP Ansor Jember, Ayub Junaidi, seperti dilansir Kompas.

Mereka, akan melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat, mengenai bahaya ISIS terhadap bangsa ini. “Mereka akan datang ke majelis taklim, kemudian majelis shalawatan di desa- desa, untuk menjelaskan apa itu ISIS, kemudian latar belakang gerakan itu muncul, dan seperti apa bahayanya terhadap keutuhan negara yang kita cintai ini,” papar Ayub.

Menurut Ayub, para kader tersebut mendapat pembekalan terlebih dahulu sebelum diterjunkan ke desa-desa. “Kami bekali mereka dengan pengetahuan mengenai gerakan ISIS, mulai dari sejarah berdirinya, kemudian siapa saja tokohnya, lalu model rekrutmennya seperti apa,” katanya.

Selain turun langsung ke masyarakat, Ansor juga menggandeng seluruh kiai kampung se-Jember, untuk memberikan pemahaman yang sama mengenai bahaya gerakan radikal ISIS. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL