Washington, LiputanIslam.com–Sejumlah agen Saudi yang terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi sebelumnya menerima pelatihan di AS.

Hal ini merupakan bagian dari rencana Washington untuk ‘memodernisasi’ intelijen Saudi. Demikian isi sebuah laporan dari Washington Post.

Kolumnis Washington Post, David Ignatius, menulis dari berbagai sumber bahwa anggota ‘Saudi Rapid Intervention Group’ yang diduga dikirim ke kedubes Istanbul pada Oktober 2018 lalu melewati pelatihan di Amerika di bawah izin Departemen Luar Negeri.

CIA juga dilaporkan menyebut pelatihan operasi khusus itu dilakukan oleh Tier 1 Group, sebuah perusahaan di Arkansas yang punya hubungan berkelanjutan dengan Saudi.

Pemimpin kelompok pembunuh itu, Kolonel Maher Mutreb, dikatakan sebagai salah satu yang menerima pelatihan. Ignatius menulis, Mutreb pernah bekerja di London sebagai wakil kepala stasiun antara tahun 2002-2007, kemudian ia berkali-kali dikirim ke AS dan tempat lain untuk menerima pelatihan.

Mutreb juga dilaporkan pernah memberi tahu teman-temannya di Arab Saudi bahwa ia telah pergi ke beberapa program pelatihan di AS selama sepuluh tahun terakhir.

Menurut Ignatius, Washington berencana meluncurkan program pelatihan yang lebih luas untuk Saudi, yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan swasta bernama Culpeper National Security Solutions dengan bantuan dari beberapa mantan pejabat CIA.

Salah satu tokoh Saudi yang terlibat dalam pengembangan program ini adalah Mayor Jenderal Ahmed al-Assiri, wakil kepala intelijen Riyadh, yang sekarang sedang diselidiki atas keterlibatannya dalam pembunuhan Khashoggi. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*